Bantul, Lapan.go.id, Jumat (14-16/8), Lapan menyelenggarakan Kompetisi Roket Indonesia (Korindo) di Pantai Pandansimo, Bantul, Yogyakarta. Ini merupakan tahun kedua Lapan menyelenggarakan kompetisi roket tersebut. Indonesia adalah negara pertama di Asia Pasifik yang menyelenggarakan lomba seperti ini. Sebanyak 39 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia menjadi peserta dalam ajang tersebut.
Tahun ini topik yang diangkat adalah Payload Meteorologi. Dalam lomba tersebut, peserta diwajibkan mempersiapkan muatan roketnya (payload), sedangkan roket disediakan oleh panitia. Payload adalah substansi yang dibawa di dalam roket. Muatan roket tersebut terdiri atas sensor tekanan, suhu, kelembaban, dan percepatan. Penilaian lomba akan didasarkan pada performa, inovasi, manufaktur, rekayasa, dan desain.
Para peserta harus mengikuti uji prakualifikasi, Jumat (14/8). Uji prakualifikasi meliputi pengukuran dimensi muatan, pengukuran daya, uji fungsionalitas, uji telecommand , dan uji g-shock. Untuk lolos pada tahap ini, muatan roket yang dibuat masing-masing tim harus dapat mengirim sensor ke ground segment secara utuh. Sebanyak 25 tim lolos ke tahap berikutnya untuk uji terbang, Sabtu (15/8).
Tim yang berhasil melakukan uji terbang dan memperoleh data, wajib mempresentasikan hasil rancang bangun muatannya kepada dewan juri, Minggu (16/8). Anggota dewan juri Korindo tersebut adalah Dr. Susetyo Mulyodro (Lapan), Prof. Dr. Ir. Adhi Susanto, M. Sc. (Uiversitas Gadjah Mada atau UGM), Prof. Dr. Harijono A. Tjokronegoro (Institut Teknologi Bandung atau ITB), Ir. Wahidin Wahab, M. Sc, Ph.D. (Universitas Indonesia) serta Dr. Ir. Endra Pitowarno, M.Eng. (Institut Teknologi Sepuluh November atau ITS).
Tim Aermania dari Universitas Satya Wacana berhasil menjuarai Kompetisi Roket Indonesia (Korindo) 2009 di Bantul, Yogyakarta. Juara kedua dan ketiga diperoleh UGM, yaitu tim By P dan Gatot Koco. Tim Astronic System Institut teknologi Bandung (ITB) menperoleh juara harapan I. Juara Harapan II dan III diperoleh Tim Rocket-Roket UGM Tim Universitas Tarumanegara.
Kepala Pusat Teknologi Terapan, Drs. Handoko Slamet Riadhi, mengatakan bahwa lomba ini merupakan kontribusi Lapan terhadap dunia pendidikan. “Kompetisi ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta dirgantara kepada para generasi muda,” ujar Handoko.
Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi, Fasli Jalil, perlombaan ini akan diadakan setiap tahun. Ia mengatakan, kemampuan mahasiswa Indonesia tidak kalah dengan kemampuan mahasiswa dari negara lain. Buktinya, Fasli menambahkan, mahasiswa Indonesia meraih medali emas pada kontes robot Internasional.
Korindo terlaksana atas kerjasama Lapan, Kementerian Riset dan Teknologi, Departemen Pendidikan Nasional, UGM, Akademi Angkatan Udara, dan Pemerintah Kabupaten Bantul.