Kompetensi Utama

Layanan


Pemanfaatan Data Inderaja untuk Perencanaan Pembangunan Daerah di Aceh dan Papua
Penulis Berita : Humas Pusfatja • Fotografer : Dok. Humas Pusfatja • 21 Jul 2017

Penyerahan citra satelit secara simbolik dalam kegiatan Sosialisasi dan Bimtek Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh di Aceh dan Papua

LAPAN menyelenggarakan sosialisasi dan bimbingan teknis untuk aparat pemerintah daerah di Provinsi Aceh. Kegiatan berlangsung tanggal 17-21 Juli di Kantor Bappeda Provinsi Aceh, Banda Aceh. Kegiatan ini mengangkat tema “Sosialisasi Pemanfaatan Data Satelit Penginderaan Jauh untuk Mendukung Perencanaan Tata Ruang Provinsi Aceh”.

Kegiatan dibuka secara resmi Kepala UPTB PDGA Provinsi Aceh, Muhammad Fadhil. Acara tersebut diselenggarakan sebagai salah satu bentuk implementasi kerja sama LAPAN dengan Provinsi Aceh. Provinsi Aceh sangat membutuhkan bimbingan teknis untuk pelaksana teknis yang kali ini fokus fokus pada pemanfaatan data penginderaan jauh untuk perencanaan tata ruang wilayah baik dalam jangka menengah maupun jangka panjang. 

Sehubungan dengan hal tersebut, Aceh mempunyai lima belas program prioritas yang sangat membutuhkan dukungan kerja sama dengan LAPAN. Khususnya, dinamika spasial lahan tata ruang yang harus menjadi key person dari pembangunan kota.

Pada kesempatan ini, Kepala Bidang Diseminasi Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (Pusfatja), Muhammad Priyatna memaparkan penyediaan dan pemanfaatan data satelit penginderaan jauh untuk mendukung perencanaan pembangunan Tata Ruang di wilayah Provinsi Aceh. 

Kemudian, pada kegiatan bimbingan teknis, peserta dilibatkan dalam pengambilan beberapa titik sampel sebagai ground check Lokasi di sekitar wilayah Provinsi Aceh. Hal tersebut dikaitkan pula dengan sistem Pemantauan Bumi Provinsi (SPBP) Aceh yang telah dibangun tahun 2016. 

Sesi diskusi berlangsung cukup interaktif. Beberapa tema dibahas seperti halnya peran Kedeputian Bidang Penginderaan Jauh LAPAN dalam menjembatani informasi peta spasial DAS di Provinsi Aceh yang masih belum sempurna dan tidak akurat, kebutuhan informasi time series terkait landuse/Landcover Provinsi Aceh, informasi deforestasi yang terbaru, kebutuhan kerja sama penelitian dalam membangun informasi peta topografi akses jalan yang susah dijangkau, serta identifikasi rumpon di wilayah pesisir laut.

Kegiatan terkait juga dihadiri peserta dari non-governmental organization (NGO), K/L, akademisi, praktisi, perguruan tinggi, dan Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) di Provinsi Aceh. 

Di rangkaian waktu yang hampir bersamaan, 17-18 Juli, LAPAN melakukan pembinaan penyelenggaraan kegiatan Penginderaan Jauh di Kantor Bappeda Provinsi Papua. Kegiatan ini sebagai penuangan amanah UU No. 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan. LAPAN mengimplementasikan dengan memberikan sosialisasi dan bimbingan teknis kepada aparat pemerintah daerah Provinsi Papua. 

Pada kegiatan ini Kepala Pusfatja, Dr. M. Rokhis Khomarudin menyerahkan secara simbolik peta citra satelit penginderaan jauh wilayah Provinsi Papua kepada Kepala Bappeda Provinsi Papua, Dr. Muhammad Musaad. 

Sosialisasi dan Bimbingan Teknis bertemakan “Pemanfaatan Data Satelit Penginderaan Jauh untuk Mendukung Program Pembangunan Daerah” diikuti sejumlah peserta perwakilan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan sejumlah dua puluh tiga Kabupaten/Kota di wilayah Papua. 

Membacakan sambutan Gubernur, Kepala Bappeda Papua menyampaikan, dalam era pembangunan modern saat ini, dukungan data dan informasi geospasial sangat penting untuk perencanaan, pengendalian, serta monitoring dan evaluasi proses pembangunan. Maka dukungan ketersediaan data dan informasi geospasial yang lengkap, berkualitas, dan dapat dipertangungjawabkan mutlak dibutuhkan. Data tersebut tidak hanya jenis data vektor (data titik, garis, polygon), namun juga data raster (data gambar) yang antara lain citra satelit dan foto udara.

Namun masih banyak permasalahan mendasar yang masih sering dijumpai. Antara lain perbedaan penggunaan peta dasar yang menyebabkan tidak sinkronnya informasi satu peta dengan peta yang lain, minimnya ketersediaan data dan informasi geospasial tematik di masing masing sektor (terutama pada skala besar/detail), serta lambatnya pembaharuan data dan informasi geospasial, sehingga data dan informasi yang tersedia sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi eksisting.

Maka muncul berbagai permasalahan baru terkait investasi, ketidakselarasan dokumen perencanaaan, tumpang tindih perijinan pemanfaatan ruang, dan mitigasi bencana. 

Berbagai permasalahan tersebut dapat dijawab melalui amanah UU Keantariksaan tadi. Kementerian/lembaga/pemerintah daerah/TNI/POLRI/BUMN/BUMD dapat langsung berkordinasi dengan LAPAN tanpa dipungut biaya. Penyediaan data citra satelit terpusat ini untuk meningkatkan efisiensi anggaran negara serta mencegah duplikasi dalam pengadaan data penginderaan jauh.

Kepala Pusfatja memaparkan pemanfaatan data satelit penginderaan jauh untuk mendukung program pembangunan daerah. Ia menjelaskan struktur organisasi dan fasilitas LAPAN, konsep penginderaan jauh, ketersediaan data satelit, serta mekanisme akses dan distribusinya. Beberapa aplikasi pemanfaatan inderaja di beberapa daerah juga dipresentasikan, antara lain identifikasi areal pertambangan, perubahan areal hutan, perkebunan, potensi banjir, bencana longsor, zona potensi penangkapan ikan, serta potensi pemanfaatan lainnya. 

“LAPAN siap membantu dalam memenuhi kebutuhan data dan informasi penginderaan jauh, serta pengembangan SDM untuk mendukung Pembangunan di Provinsi Papua,” ujarnya.

Bimbingan Teknis pengolahan dan pemanfaatan data penginderaan jauh diberikan untuk mengenalkan data satelit penginderaan jauh. Sehingga pemerintah daerah dapat meningkatkan kemampuan SDM-nya agar mandiri dalam memanfaatkan penginderaan jauh untuk kepentingan pembangunan dan pengelolaan wilayahnya.



Others
Pemanfaatan Data Inderaja untuk Perencanaan Pembangunan Daerah di Aceh dan Papua
21 Jul 2017 •
LAPAN menyelenggarakan sosialisasi dan bimbingan teknis untuk aparat pemerintah daerah di Provinsi Aceh. Kegiatan berlangsung…
Workshop Sebagai Sarana Persiapan Teknis Peserta Komurindo-Kombat 2017
21 Jul 2017 •
Workshop Komurindo-Kombat 2017 memasuki hari ke-3, dengan agenda terakhir pembahasan muatan roket. Kepala Pusat Teknologi Roket (Pustekroket), Sutrisno…
Teknologi Penerbangan dan Antariksa Dukung Perasuransian Nasional
20 Jul 2017 •
LAPAN berupaya untuk mendukung berbagai kegiatan masyarakat melalui teknologi penerbangan dan antariksa. Teknologi ini sangat bermanfaat dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi. Untuk itulah, LAPAN dan PT Rasuransi Indonesia Utama…
Workshop Komurindo 2017: Persaingan Antar Tim Gairahkan Nuansa Kompetisi
20 Jul 2017 •
Workshop untuk Kompetisi Mutan Roket dan Roket Indonesia (Komurindo) 2017, secara resmi dibuka oleh Kepala…
Workshop Komurindo - Kombat 2017 Mempertajam Pemahaman Mahasiswa
20 Jul 2017 •
Agenda nasional tahunan penyelenggaraan Komurindo-Kombat 2017 telah diawali dengan workshop di Ruang Auditorium Pusat Teknologi Penerbangan, Kantor LAPAN…
Regulasi Teknis Dukung Tercapainya Layanan TIK LAPAN
19 Jul 2017 •
Rabu (19/07), berlangsung sosialisasi dan diskusi teknis penyusunan regulasi teknis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Hotel 101 Bogor, Jawa Barat. Acara yang berlangsung…


Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815



© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL