Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN DAN JAXA GELAR SEMINAR AKHIR PENGGUNAAN DATA SETELIT ALOS
11 Mar 2009 • Dibaca : 42602 x ,

Banyak negara yang belum terpetakan secara tepat karena topografi regional yang terus menerus berubah. Perubahan tersebut diakibatkan oleh gempa bumi, hujan lebat, dan erupsi vulkanik. Maka itu, data topografi harus terus diperbarui guna memahami dampak bencana berskala besar. Salah satu satelit observasi bumi yang bertujuan menghasilkan data untuk topografi dan pengunaan data adalah ALOS.
The Advanced Land Observing Satellite (ALOS) adalah satelit observasi bumi milik Jepang yang diluncurkan pada 24 Januari 2006. ALOS membawa tiga tipe peralatan observasi yaitu, Panchromatic Remote-sensing Instrument for Stereo Mapping (PRISM), The Advanced Visible and Near Infrared Radiometer type 2 (AVNIR-2), dan The Phase Array type L-band Synthetic Aperture Radar (PALSAR).
PRISM terdiri dari tiga sistem optik, digunakan untuk menghasilkan data tiga dimensi permukaan tanah dengan resolusi spasial 2,5 m. AVNIR-2 adalah radiometer infra merah untuk menghasilkan data penggunaan lahan dan vegetasi dengan resolusi spasial 10 m. Sedangkan PALSAR adalah radar lensa sintetis yang digunakan untuk mendeteksi perubahan topografi dan geologi dari sinyal yang dipantulkan pada parmukaan bumi.
Satelit seberat 4 ton ini menghasilkan berbagai data penginderaan jauh dari ketinggian 700 km di atas bumi. Data yang diperoleh ALOS digunakan dalam berbagai bidang seperti kartografi, bencana alam, sumber daya alam, lingkungan, kehutanan, dan pertanian. Peta yang dihasilkan ALOS berskala 1:25.000.
Tiga tahun periode kerjasama Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN) dengan Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) di bidang pemanfaatan data ALOS telah terlewati. Keduanya siap mengadakan “Final Seminar Pilot Project of Utilize of ALOS Data in Indonesia” (Seminar Akhir Pilot Project Penggunaan Data ALOS di Indonesia). Seminar akan berlangsung pada 12 Maret 2009 di Flores Ballroom Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng Selatan, Jakarta 10710, dari pukul 8.30 WIB-16-20 WIB.
Acara tersebut dibagi dalam tiga sesi. Pada sesi pembukaan, JAXA dan LAPAN akan memperkenalkan gambaran kegiatan dan proyek kerjasama diantara keduanya. LAPAN dan JAXA akan menekankan pada pentingnya kelanjutan kerjasama seperti ini. Lembaga penelitian antariksa Jepang tersebut juga memperkenalkan kemampuan data AlOS untuk pemantauan hutan di Indonesia. Pemantauan hutan dipilih, karena deforestasi merupakan satu diantara topik yang paling difokuskan di Indonesia. ALOS dapat memberikan kontribusi pada pemantauan hutan di Indonesia secara efektif.
Pada sesi laporan, masing-masing perwakilan peserta proyek pilot akan menyampaikan capaian mereka dalam penggunaan data ALOS. Bidang utama penggunan data satelit tersebut adalah kartografi, geologi, kehutanan, bencana alam, sumber daya pantai, dan penutupan lahan.
Terakhir, pada sesi diskusi, panelis dari Indonesia dan Jepang akan mendiskusikan beberapa topik yaitu, perspektif penggunaan data ALOS di Indonesia, sumbangan yang diharapkan Indonesia dalam penggunaan data ALOS, dan permintaan Indonesia pada JAXA untuk pengganti ALOS.
Kerjasama LAPAN dan JAXA dalam pemanfaatan data ALOS dipayungi kespakatan yang ditandatangani pada Maret 2006. Tujuan dari proyek ini adalah (1) untuk mengeksplorasi kemampuan ALOS guna menyelesaikan masalah dalam penggunaan teknik-teknik penginderaan jauh, (2) untuk memperkuat kemampuan profesional dalam penguasaan teknologi penginderaan jauh dan aplikasi data ALOS di Indonesia, dan (3) untuk meningkatkan kemampuan LAPAN dalam teknik-teknik penginderaan jauh dan pengembangan aplikasinya.
Dalam seminar tersebut, LAPAN juga mengundang beberapa departemen dan universitas di Indonesia yang memiliki keterkaitan dengan pemanfaatan data penginderaan jauh. Berikut departemen dan universitas yang diundang LAPAN.
• Departemen Pertanian
• Pusat Survey Geologi, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
• Pusat Inventarisasi dan Pemetaan Hutan, Departemen Kehutanan
• Pusat Pemetaan Topografi, Bakosurtanal
• Institut Pertanian Bogor
• Institut Teknologi Bandung
• Universitas Syah Kuala
• Universitas Udayana.




Jakarta, 11 Maret 2009

Contact Person:
1. Kepala Pusat Pengembangan dan Pemanfaatan Penginderaan Jauh, Dra. Ratih Dewanti, M.Sc. (Hp. 08161189103)
2. Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, Dra. Elly Kuntjahyowati, MM. (Hp. 08121395211)








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL