Kompetensi Utama

Layanan


Seminar Nasional Kedirgantaraan Lapan Laksanakan Ekspedisi Mencari Lokasi Bandar Antariksa
26 Nov 2012 • Dibaca : 46028 x ,

Lapan akan menyelenggarakan Seminar Nasional Kedirgantaraan dan Sosialisasi RUU Keantariksaan. Seminar akan berlangsung pada Selasa, 27 November 2012 pukul 08.00 WIB di Graha Widya Bhakti, Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Serpong, Tangerang. Seminar bertema Menyongsong 50 tahun Kedirgantaraan Nasional ini akan dibuka oleh Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta.
Dalam rangkaian kegiatan seminar ini, Lapan akan melaksanakan deklarasi Ekspedisi Kedirgantaraan Morotai. Ekspedisi Morotai didasari atas kebutuhan Indonesia dalam mewujudkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi kedirgantaraan.
Guna mencapai penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi kedirgantaraan, Lapan berupaya untuk meluncurkan satelit dengan Roket Pengorbit Satelit (RPS) buatan sendiri. Hingga saat ini, Lapan telah berhasil mengembangkan berbagai roket untuk mewujudkan RPS seperti RX 320 dan 420. Saat ini, Lapan sedang mengembangkan RX 550, roket berdiameter 550 milimeter yang merupakan roket terbesar buatan Indonesia.
Selain teknologi roket, Lapan juga telah berhasil mengembangkan teknologi satelit. Satelit Lapan-Tubsat (Lapan A1) telah mengorbit selama lebih dari lima tahun dan masih berfungsi dengan baik. Tahun ini, satelit Lapan A2 telah selesai dan siap diluncurkan tahun depan dari Sriharikota, India. Satelit ini akan diluncurkan dari luar negeri karena Indonesia belum memiliki bandar antariksa yang memadai.
Guna meluncurkan RPS dan satelit sendiri, Indonesia memerlukan bandar antariksa profesional yang berfungsi sebagai fasilitas untuk meluncurkan roket pengantar satelit ke orbitnya. Nantinya, selain untuk meluncurkan roket dan satelit, bandar antariksa ini juga berfungsi sebagai lokasi uji terbang Unmanned Aerial Vehicle (UAV).
Membangun bandar antariksa membutuhkan perbagai persyaratan. Lokasinya harus luas dan strategis. Meski demikian, wilayahnya harus aman dan memiliki lingkungan yang baik. Artinya, tempat tersebut tidak banyak penghuni dan tidak berhubungan langsung dengan wilayah negara lain.
Pulau Morotai menjadi salah satu calon lokasi yang memenuhi persyaratan sebagai bandar antariksa. Pulau yang terletak di Provinsi Maluku Utara ini berbatasan langsung dengan Samudera Pasifik dan Laut Halmahera di sebelah utara, timur, dan barat. Dengan demikian, Morotai aman dan memiliki risiko yang kecil akibat kegiatan peluncuran roket.
Sebelumnya, Lapan telah memiliki fasilitas peluncur satelit di Pameungpeuk, Jawa Barat. Fasilitas tersebut selama ini digunakan untuk meluncurkan berbagai roket eksperimen hasil penelitian dan pengembangan Lapan. Namun, untuk meluncurkan roket pengorbit satelit yang berukuran besar, Lapan membutuhkan bandar antariksa yang lebih luas.
Selain peluncuran Ekspedisi Antariksa Morotai, terdapat berbagai seminar pararel dalam kegiatan ini. seminar tersebut yaitu Seminar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Dirgantara (roket, satelit, dan UAV), seminar penginderaan jauh tentang one map policy dalam Inpres No. 6 tahun 2012, sosialisasi RUU
Keantariksaan, dan seminar Nasional Sains Atmosfer dan Antariksa.


Jakarta, 26 November 2012

Narahubung:
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, Elly Kuntjahyowati (Hp. 08121395211 dan 021-70292329)








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL