Kompetensi Utama

Layanan


Simposium APSCO Asia-Pasifik Bahas Masa Depan Program Pengembangan Satelit Komunikasi
02 Nov 2012 • Dibaca : 31208 x ,

Pengembangan satelit komunikasi menjadi kebutuhan bagi negara-negara Asia-Pasifik. Untuk itulah, negara-negara ini berkumpul guna saling berbagi pengalaman dalam mengembangkan teknologi antariksa tersebut. Lapan bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri RI dan Universitas Gadjah Mada akan menyelenggarakan APSCO Fourth International Symposium on Communication Satellite Technology and Application. Kegiatan tersebut akan berlangsung pada 5-8 November 2012 di Hotel Royal Amarrukmo, Yogyakarta.
APSCO (Asia-Pacific Space Cooperation Organization) merupakan organisasi kerja sama regional di kawasan Asia-Pasifik di bidang keantariksaan untuk maksud-maksud damai. Simposium APSCO akan diikuti oleh 30 peserta dari negara anggota APSCO dan institusi pemerintah dan swasta nasional yang bergerak dalam bidang keantariksaan, perguruan tinggi, dan masyarakat keantariksaan.
Tahun ini, sasaran utama simposium APSCO yaitu meningkatkan dan memperkuat program penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi satelit komunikasi dan aplikasinya. Hal ini akan sangat bermanfaat bagi para pemangku kepentingan di bidang teknologi satelit komunikasi baik di Indonesia maupun di Asia Pasifik. Pembahasan dalam acara ini meliputi masa depan pengembangan satelit komunikasi.
Pertemuan APSCO di Yogyakarta kali ini meliputi simposium ilmiah, pameran, dan kunjungan teknis. Dengan adanya simposium ini diharapkan institusi-institusi dari berbagai negara dapat saling berinteraksi untuk kemajuan ilmu pengetahuan antariksa di Indonesia dan di kawasan pasifik. Hal ini sebagai upaya untuk mewujudkan tujuan APSCO meningkatkan industrialisasi teknologi antariksa dan aplikasinya.
APSCO bertujan sebagai wadah pertukaran informasi dan pengalaman di bidang satelit komunikasi dan aplikasinya. Pertemuan ini juga meningkatkan potensi kerja sama di antara sesama anggota APSCO dan di kawasan Asia Pasifik.
Kerja sama APSCO meliputi aplikasi ilmu, penelitian, dan pengembangan teknologi antariksa, pelatihan dalam merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan pembangunan keantariksaan, serta pembangunan bersama. Kerja sama antariksa tersebut juga menyangkut korporasi dan lembaga yang relevan dalam bidang antariksa.
Organisasi yang didirikan pada 2008 tersebut beranggotakan delapan negara yaitu Banglades, China, Iran, Mongolia, Pakistan, Peru, Thailand, dan Turki. Indonesia saat ini belum menjadi anggota resmi APSCO. Namun, Indonesia yang berstatus sebagai penandatangan APSCO turut membidani lahirnya organisasi tersebut. Walaupun belum menjadi anggota resmi, Indonesia telah memperoleh berbagai manfaat dalam bidang pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan APSCO.


Jakarta, 2 November 2012

Narahubung:
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, Elly Kuntjahyowati (Hp. 08121395211 dan 021-70292329)








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL