Kompetensi Utama

Layanan


Negara-negara ASEAN Bahas Penanganan Bencana Alam
26 Jun 2012 • Dibaca : 42107 x ,

Bencana alam kerap mengakibatkan kerugian baik korban jiwa maupun kerusakan fisik. Mengingat besarnya dampak yang diakibatkan oleh berbagai bencana alam maka diperlukan upaya-upaya untuk penanggulangannya yang meliputi penanganan sebelum kejadian, pada saat kejadian, dan pasca bencana.

Peran riset dan teknologi sangat diperlukan untuk mendukung kegiatan penanggulangan bencana. Salah satu bentuk teknologi yang dapat mendukung kegiatan penanggulangan bencana yaitu teknologi satelit penginderaan jauh. Untuk itu, saat ini berbagai negara berupaya untuk memaksimalkan manfaat teknologi tersebut guna mengurangi dampak bencana alam. Menyadari pentingnya pemanfaatan teknologi ini bagi bencana alam, negara-negara di Asia Tenggara (ASEAN) membentuk kerja sama untuk mencari solusi bagi penanganan bencana alam.

Guna membahas penanganan bencana berbasis iptek antariksa inilah, Lapan akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan The 2nd Regional Workshop of ASEAN Cooperation Project on Utilization of Space Based Technologies for Disaster Risk Management. Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama Asian Disaster Reduction Center (ADRC), LAPAN, ASEAN Secretariat, dan JAPAN-ASEAN Integration Fund (JAIF).

Kegiatan ini berlangsung di Hotel Salak, Bogor, Jawa Barat, pada 26-27 Juni 2012. Workshop dihadiri oleh perwakilan lembaga antariksa dan lembaga manajemen bencana dari Thailand, Kamboja, Myanmar, Lao PDR, Brunei, Vietnam, dan Indonesia. Acara ini juga diikuti institusi internasional ADRC, Asian Institute of Technology (AIT), Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA), ASEAN United Nations International Strategy for Disaster Reduction (ASEAN-UNISDR), World Bank, ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Center), ASEAN Sub-Committee on Space technology and Applications (ASEAN-SCOSA), ASEAN Committee on Science and Technology (ASEAN-COST), dan ASEAN Secretariat. Institusi nasional yang hadir adalah LAPAN, BNPB, ESDM, BMKG, BPPT, BIG, LIPI, KLH, BPBD Bogor, dan BPBD Jakarta.

Pertemuan ini merupakan rangkaian modul kegiatan ASEAN Cooperation Project on Utilization of Satellite Images for Disaster Risk Management. Modul yang telah dilakukan yaitu survey kebutuhan dan diskusi antara institusi manajemen bencana dan institusi antariksa; penyusunan bahan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan tentang Geographic Information System (GIS), Satellite Remote Sensing (RS), dan Global Positioning System (GPS) untuk manajemen bencana di negara ASEAN; seminar untuk para pemangku kepentingan guna meningkatkan pemahaman potensi GIS, RS, dan GPS dalam pemetaan bencana dan kegiatan pasca bencana; serta melakukan program pelatihan tentang pengolahan data RS dan aplikasinya untuk pemetaan bencana. Workshop juga bertujuan untuk menjalin kerja sama antar lembaga di ASEAN dan berbagi pengalaman dalam pemanfaatan data penginderaan jauh untuk pengelolaan bencana.


Jakarta, 26 Juni 2012

Narahubung:
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, Dra. Elly Kuntjahyowati, MM. (Hp. 08121395211 dan 021-70292329)








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL