Kompetensi Utama

Layanan


Negara-negara ASEAN Bahas Penanganan Bencana Alam
25 Jun 2012 • Dibaca : 15748 x ,

Sembilan puluh persen negara di wilayah Asia Pasifik berpotensi mengalami gempa bumi. Untuk itu, setiap negara perlu memiliki sistem penanggulangan bencana yang baik. Tujuannya, untuk memperkecil jumlah korban jiwa dan kerusakan fisik.

Ilmu pengetahuan antariksa yang berbasis informasi merupakan komponen penting dalam penanggulangan bencana seperti gempa bumi, tsunami, banjir, kekeringan, dan puting beliung. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan dalam tiga fase penanganan bencana yaitu persiapan atau pencegahan sebelum bencana, tanggap darurat selama bencana, serta pemulihan dan rekonstruksi setelah bencana.

Untuk itu, saat ini berbagai negara berupaya untuk memaksimalkan manfaat ilmu pengetahuan antariksa guna mengurangi dampak bencana alam. Menyadari pentingnya pemanfaatan antariksa bagi bencana alam, negara-negara di Asia Tenggara (ASEAN) membentuk kerja sama untuk mencari solusi bagi penanganan bencana alam.

Guna membahas penanganan bencana berbasis iptek antariksa inilah, Lapan akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan 2nd Regional Workshop of ASEAN Cooperation Project on Utilization of Space Based Technologies for Disaster Risk Management. Kegiatan ini merupakan kerangka kerja sama ASEAN Cooperation Project on Utilization Space Based Technologies for Disaster Risk Management dan Asian Disaster Reduction Center (ADRC).

Kegiatan ini akan berlangsung di Hotel Salak, Bogor, Jawa Barat, pada 26-27 Juni 2012. Workshop akan dihadiri oleh perwakilan seluruh negara ASEAN. Setiap negara akan membahas mengenai upaya mereka dalam mitigasi bencana dengan memanfaatkan teknologi antariksa.

Pertemuan ini merupakan modul kelima dari lima tahapan kegiatan ADRC di beberapa negara Asia terkait pengurangan dampak bencana alam berbasis teknologi antariksa. Workshop ini bertujuan untuk menjalin kerja sama antar lembaga di ASEAN dalam pemanfaatan data penginderaan jauh untuk pengelolaan bencana. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menyampaikan informasi hasil-hasil kegiatan dan pengembangan masing-masing negara dalam upaya pemanfaatan data penginderaan jauh untuk pengelolaan bencana.

Workshop ini juga akan dihadiri oleh Kepala Lapan, Kepala BNPB, serta perwakilan dari BMKG, BIG, KLH, BPBD Bogor, BPBD Jakarta, LIPI, dan IPB.



Jakarta, 25 Juni 2012

Narahubung:
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, Dra. Elly Kuntjahyowati, MM. (Hp. 08121395211 dan 021-70292329)








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL