Kompetensi Utama

Layanan


Analisis Lapan Saat Sukhoi Melintas, Gunung Salak Tertutup Awan
15 May 2012 • Dibaca : 22530 x ,

Guna melengkapi data-data terkait kecelakaan pesawat Sukhoi pada 9 Mei 2012, Lapan menganalisis kondisi atmosfer saat kejadian tersebut. Analisis tersebut berdasarkan data pantauan satelit MTSAT.

Data satelit MTSAT menunjukkan bahwa di Gunung Salak terdapat awan Cumulus Nimbus yang tebal dan aktif pada saat pesawat Sukhoi melintas. Pada waktu tersebut sekitar gunung salak sedang tertutup awan hingga mencapai 100 persen. Diperkirakan, dasar awan tersebut berada pada ketinggian 2000 kaki dan puncak awan berada pada ketinggian 11.231 kilometer atau 37.436 kaki.

Indeks konveksi menunjukkan nilai berkisar 30, artinya suhu puncak awan mencapai -480C. Data ini, dapat diartikan bahwa lokasi tersebut kemungkinan besar sedang terjadi hujan. Dari pantauan tersebut dapat dilihat bahwa pada saat terjadi kecelakaan pesawat Sukhoi, cuaca di Gunung Salak buruk.

Data satelit tersebut menunjukan adanya pergerakan awan dari arah timur ke barat pada 09 Mei 2010 sejak pukul 11.00 hingga 17.00 WIB. Pada pukul 11.00 WIB, bibit awan baru terlihat, kemudian awan terus bergerak ke arah barat dan melewati gunung salak. Pada pukul 14.00 hingga 15.00 WIB, awan telah menutupi Gunung Salak.

Menurut Deputi Bidang Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lapan, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin mengatakan, data tersebut memberi gambaran bahwa saat kejadian, pesawat dikepung awan yang menjulang tinggi. Karena adanya awan tersebut, kemungkinan pilot mencari jalan keluar yang paling aman.

“Menaikkan pesawat untuk mengatasi awan mungkin dianggap terlalu tinggi, dari 10.000 kaki harus terbang melebihi 37.000 kaki. Pilihannya hanya mencari jalan ke kanan, kiri, atau bawah. Pilihan minta izin menurunkan ke 6.000 kaki, mungkin juga didasarkan pertimbangan ada sedikit celah yang terlihat di bawah, tetapi terlambat memperhitungkan risiko yang lebih fatal dengan topografi yang bergunung-gunung,” ujarnya.

Dalam peristiwa ini, Lapan hanya mengkaji mengenai kondisi atmosfer di lokasi kejadian. Pengaruh cuaca atau kondisi atmosfer ini belum tentu menjadi penyebab kecelakaan pesawat Sukhoi. Penyebab kecelakaan ini masih menunggu hasil analisis dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).



Jakarta, 15 Mei 2012

Narahubung:
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, Dra. Elly Kuntjahyowati, MM. (Hp. 08121395211 dan 021-70292329)








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL