Kompetensi Utama

Layanan


Indonesia Tuan Rumah Pertemuan Operator Stasiun Bumi Landsat
27 Jan 2012 • Dibaca : 38748 x ,

Indonesia menjadi tuan rumah dalam The 40th Landsat Ground Station Operators Working Group (LGSWOG ke-40). Pertemuan ini akan berlangsung pada 30 Januari hingga 3 Februari 2012 di Padma Resort, Legian, Bali. LGSWOG merupakan pertemuan para operator stasiun bumi Landsat dari seluruh dunia.
Landsat merupakan satelit penginderaan jauh milik Amerika Serikat. Satelit ini memiliki misi untuk memperoleh citra bumi dari luar angkasa. Sejak pertama kali diluncurkan pada 1972, Landsat telah menghasilkan jutaan citra yang disimpan dalam stasiun-stasiun bumi penerima Landsat di seluruh dunia. Citra Landsat telah digunakan di seluruh dunia untuk berbagai penelitian di bidang pertanian, geologi, kehutanan, perencanaan daerah, dan pendidikan.
Pertemuan LGSWOG akan diikuti oleh lembaga antariksa dari berbagai negara yang mengoperasikan stasiun bumi satelit Landsat. Peserta LGSWOG ke-40 yaitu Indonesia, Amerika Serikat, Argentina, Brasil, Australia, Kanada, Cina, Jepang, Rusia, Thailand, Ekuador, Saudi Arabia, Afrika Selatan, Taiwan, Italia, dan India. Dalam pertemuan tersebut, peserta akan membahas mengenai aktivitas dan persiapan akuisisi data landsat oleh operator-operator stasiun bumi di dunia, termasuk Indonesia.
Dalam kegiatan ini, Indonesia diwakili oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan). Lapan merupakan lembaga pemerintah non-kementerian yang berkiprah melakukan penelitian di bidang kedirgantaraan. Selama ini Lapan aktif dalam berbagai penelitian mengenai observasi bumi, baik yang berskala nasional maupun internasional.
Lapan telah memulai aktivitas penelitian di bidang penginderaan jauh pada 1973 di Pekayon, Jakarta. Aktivitas penelitian tersebut merupakan salah satu tugas Lapan untuk memenuhi kebutuhan nasional terhadap data penginderaan jauh.
Pada 1983, Lapan mulai menerima data satelit Landsat 4 MMS. Guna mengoptimalisasikan jangkauan data yang diterima, Lapan membangun satelit bumi di Parepare, Sulawesi Selatan, pada 1993. Selain data Landsat, satelit bumi Parepare juga dapat menerima data satelit SPOT 2 dan ERS 1/2. Selama kiprah Lapan di bidang penginderaan jauh, ternyata data Landsat merupakan data yang paling populer di kalangan pengguna citra satelit.
Di Indonesia, aplikasi data-data satelit tersebut dimanfaatkan untuk berbagai bidang. Pemanfaatan data satelit penginderaan jauh antara lain untuk pemantauan hutan dan tanaman padi.



Jakarta, 27 Januari 2012

Narahubung:
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, Dra. Elly Kuntjahyowati, MM. (Hp. 08121395211 dan 021-70292329)








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL