Kompetensi Utama

Layanan


Komurindo 2013 dan Pencatatan Rekor MURI UAV Terbang Terjauh Mahasiswa Berkompetisi Bangun Muatan dan Desain Roket
24 May 2013 • Dibaca : 59663 x ,

Kompetisi Muatan Roket Indonesia (Komurindo) 2013 telah digelar Kompetisi tahunan yang ke-6 tersebut akan berlangsung pada 30 Mei hingga 2 Juni 2013 di Balai Produksi dan Pengujian Roket Lapan, Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat.
Komurindo adalah kompetisi tahunan rancang bangun muatan roket tingkat perguruan tinggi yang diselenggarakan sejak 2009. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk menyiapkan bibit unggul calon peneliti, perekayasa, dan ilmuwan dalam bidang peroketan nasional. Ajang ini juga sekaligus untuk menumbuhkembangkan minat masyarakat terhadap teknologi keantariksaan.
Dalam ajang ini, para mahasiswa ditantang untuk membangun suatu sistem monitoring dan pengukuran yang stabil, akurat, dan presisi di bidang peroketan. Dengan demikian, kegiatan ini akan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam rancang bangun serta pengujian roket dan muatannya. Kompetisi ini juga akan meningkatkan kemampuan mereka dalam teknologi penginderaan jauh dan sistem otomasi robotika pada muatan roket.
Dalam perlombaan ini, setiap tim peserta harus melalui dua tahap penilaian. Dalam penilaian tahap pertama, peserta harus menjalani uji dimensi, uji fungsional, uji statik, integrasi muatan, dan uji terbang. Tim yang lolos di babak pertama dapat melaju ke tahap kedua yaitu uji terbang muatan. Kompetisi diikuti oleh 25 tim untuk kategori roket dan 30 tim untuk kategori roket EDF. Masing-masing tim terdiri dari tiga mahasiswa dan satu dosen pembina.
Pada kompetisi tahun ini terdapat dua kategori penilaian yaitu payload (muatan roket) dan roket. Tema untuk kategori muatan roket yaitu High Rate Attitude Data Monitoring and Surveillance Payload. Sementara itu kategori roket bertema Autonomous Low Speed EDF Rocket. Dalam kategori roket, mahasiswa merancang bangun roket yang menggunakan motor roket tipe EDF (Electric Ducted Fan). Berat roket tersebut tidak boleh lebih dari 1,5 kilogram dengan panjang maksimum 1 meter.
Komurindo 2013 ini juga akan dimeriahkan oleh pencatatan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk Pesawat Tanpa Awak (UAV) Terbang Menempuh Jarak Terjauh. Pesawat yang dikembangkan Pusat Teknologi Terapan Lapan ini berfungsi sebagai surveillance dan memiliki sistem terbang otomatis.
Pemanfaatan teknologi UAV dapat dijadikan alternatif membangun kemandirian bangsa dalam mengembangkan satelit penginderaan jauh. Selama ini, pesawat nirawak tersebut telah berhasil melakukan mitigasi bencana alam seperti pemotretan Gunung Merapi dan banjir di Jakarta. Selain itu, teknologi ini juga dapat mendukung program ketahanan pangan dengan cara pemantauan sawah untuk estimasi produksi padi dengan menggunakan berbagai metode dan sudut pandang.


Narahubung:
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, Ir. Jasyanto, MM. (Hp. 081286287632)








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL