Kompetensi Utama

Layanan


Negara-negara PBB Bahas Antisipasi Perubahan Iklim dengan Teknologi Antariksa
30 Aug 2013 • Dibaca : 20292 x ,

Lapan dan Badan PBB yang mengurusi keantariksaan (United Nations Office for Outer Space Affairs/ UNOOSA) akan menyelenggarakan United Nations/Indonesia International Conference on Integrated Space Technology Applications to Climate Change (Konferensi Internasional tentang Aplikasi Teknologi Antariksa untuk Perubahan Iklim). Konferensi akan berlangsung pada 2-4 September 2013 di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng Selatan, Jakarta.

Konferensi akan menghadirkan pakar-pakar di bidang teknologi antariksa dan perubahan iklim serta para pengambil keputusan dari berbagai negara. Mereka akan berdiskusi mengenai cara mengantisipasi dampak perubahan iklim dengan menggunakan teknologi antariksa, khususnya teknologi penginderaan jauh, baik terkait adaptasi maupun mitigasi.

Tujuan konferensi ini antara lain untuk menghitung tingkat kerentanan suatu negara atau wilayah terhadap perubahan iklim dan mengidentifikasi alternatif potensial terkait upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Selain itu, konferensi ini juga akan meningkatkan sinergi antara komunitas antariksa dengan berbagai organisasi terkait perubahan iklim. Sinergi ini tentunya akan memperkuat kerja sama regional dan internasional.

Fenomena global seperti perubahan iklim berpotensi mengancam dimensi-dimensi pembangunan berkelanjutan seperti ekonomi, sosial, dan lingkungan. Konferensi internasional ini diharapkan dapat mendiskusikan peran teknologi antariksa yang memiliki kemampuan untuk mengobservasi variabel-variabel perubahan iklim, seperti kenaikan muka air laut (sea level rise), trend deforestasi atau emisi karbon, dan parameter lainnya yang sulit dilakukan dengan pengamatan langsung di lapangan seperti semakin berkurangnya es di kutub.

Konferensi ini bermula dari dibahasnya secara mendalam isu adaptasi perubahan iklim dalam konferensi para pihak 13 (COP 13) pada Desember 2007 di Bali. Isu tersebut juga termasuk dalam Bali Action Plan. Kemudian, para kepala negara, kepala pemerintahan dan menteri yang menghadiri konferensi para pihak 15 (COP 15) pada 2009 di Copenhagen, Denmark sepakat membangun program adaptasi secara komprehensif dan menggalang kerja sama global terkait dengan adaptasi perubahan iklim.

Kemudian, pada konferensi perubahan iklim pada Desember 2010 di Cancun, Meksiko, para peserta sepakat untuk membentuk Cancun Adaptation Framework (CAF). CAF berupaya untuk menghitung kerugian dan kerusakan akibat perubahan iklim, persiapan National Action Plan bagi negara-negara yang belum berkembang, dan pembentukan komite adaptasi dalam United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC).


Narahubung:
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, Ir. Jasyanto, MM. (Hp. 081286287632)








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL