Kompetensi Utama

Layanan


Litbang Lapan Dukung Pembangunan Wilayah Terdepan Indonesia
Penulis Berita : • Fotografer : • 19 Sep 2013 • Dibaca : 44579 x ,

Jakarta, Lapan.go.id – Lapan mengikuti Pameran Terpadu Pengelolaan Perbatasan. Pameran berlangsung pada 17 hingga 18 September 2013 di Gedung SMESCO, Jakarta. Kegiatan ini berfungsi sebagai sarana informasi dan komunikasi serta promosi bagi wilayah-wilayah terdepan di Indonesia. Pameran diikuti oleh pemerintah provinsi dan kabupaten wilayah perbatasan, TNI, kementerian, lembaga pemerintah non kementerian, serta swasta. Dalam pameran tersebut, Lapan menampilkan berbagai citra satelit wilayah perbatasan. Sejak 1970, Lapan menerima langsung data satelit penginderaan jauh.
Data tersebut telah dimanfaatkan untuk berbagai bidang misalnya pertanian, kehutanan, kelautan, serta perencanaan tata kota dan lingkungan.

Hal tersebut sesuai dengan Instruksi Presiden (inpres) Nomor 6 Tahun 2012 tentang Penyediaan, Penggunaan, Pengendalian Kualitas, Pengolahan, dan Distribusi Data Satelit Penginderaan Jauh Resolusi Tinggi dan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan. Dalam inpres dan undang-undang tersebut, Lapan bertugas untuk menyediakan data satelit penginderaan jauh resolusi tinggi dengan lisensi pemerintah Indonesia.

Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Lapan, Agus Hidayat, menjelaskan kepada pengunjung pameran bahwa dengan adanya Undang-undang dan Inpres tersebut, instansi pemerintah dapat memanfaatkan data satelit yang dimiliki Lapan.

Kemampuan Lapan untuk menerima data satelit saat ini juga semakin meningkat. Lapan telah mampu menerima data satelit penginderaan jauh SPOT 5, SPOT 6, dan Landsat-8. Dengan demikian, Lapan mampu menerima data satelit beresolusi hingga 1,5 meter. Bagi wilayah perbatasan, citra satelit seperti ini tentunya akan sangat membantu dalam inventarisasi sumber daya dan perencanaan pembangunan yang komprehensif.

Selain citra satelit, Lapan juga memamerkan Lapan Surveillance UAV (LSU) 02. Pesawat tanpa awak buatan Lapan ini mampu terbang sacara automatis dengan program sasaran dan jalur terbang yang telah ditentukan. LSU 02 telah mencatatkan rekor MURI dengan terbang menempuh jarak 200 kilometer.

Lapan telah mengoperasikan pesawat UAV untuk berbagai kebutuhan mitigasi bencana seperti pemotretan kawah Gunung Merapi, DIY, dan pemantauan banjir di Jakarta. Selain itu, pesawat ini juga dapat mendukung program ketahanan pangan dengan cara pemantauan sawah untuk estimasi produksi padi. Teknologi ini tentunya akan sangat membantu dalam pemantauan untuk berbagai bidang di wilayah perbatasan.

Dalam pameran tersebut, Lapan juga menampikan satelit Lapan-A2. Satelit ini dirancang untuk misi pengamatan bumi, pemantauan kapal, dan komunikasi radio amatir. Untuk melakukan observasi bumi, satelit dilengkapi dengan video dan kamera beresolusi tinggi. Satelit ini memiliki sensor Automatic Identification System (AIS) untuk identifikasi kapal layar yang melintas di wilayah yang dilewati satelit tersebut. Sensor ini akan mendukung pengawasan maritim di wilayah Indonesia. Dengan Lapan-A2, komunikasi untuk mitigasi bencana dilakukan melalui komunikasi teks dan suara menggunakan sistem radio amatir (APRS) hasil kerja sama dengan Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari).


Sumber:Humas/Mega
Foto:Humas/Mega


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL