Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN SIAP TERIMA DATA CITRA SATELIT RESOLUSI TINGGI
Penulis Berita : • Fotografer : • 13 Sep 2013 • Dibaca : 37003 x ,

Parepare, Lapan.go.id – Bertempat di Balai Penginderaan Jauh Lapan, Parepare, Sulawesi Selatan, Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta dan Kepala Lapan Bambang S Tejasukmana meresmikan peningkatan sistem penerimaan dan pengolahan data satelit SPOT-5, SPOT-6 dan LANDSAT-8 pada Kamis (12/9). Dengan peningkatan sistem ini, Lapan siap menerima data citra satelit dengan resolusi tinggi (1,5 meter) secara near real time.

Dalam sambutannya, Gusti berharap dengan peningkatan sistem ini dapat mengoptimalkan kontribusi Lapan dalam mendukung program penanganan perubahan iklim dan dampaknya, penyediaan data satelit untuk pemantauan sumberdaya alam dan penanggulangan bencana pada umumnya.
"Selain itu, dengan upgrading fasilitas Balai Penginderaan Jauh Lapan di Parepare ini bisa mewujudkan salah satu kebijakan nasional bidang keantariksaan, khususnya penginderaan jauh dan pemanfaatannya, melalui penyediaan data satelit untuk pembangunan sehingga dapat mendukung percepatan pembangunan di seluruh wilayah tanah air." Gusti menambahkan.

Kepala Lapan Bambang S Tejasukmana berharap dengan adanya peningkatan sistem ini, Lapan bisa secara optimal melaksanakan amanat yang tertuang dalam Inpres Nomor 6 Tahun 2012 tentang Penyediaan, Penggunaan, Pengendalian Kualitas, Pengolahan dan Distribusi Data Satelit Penginderaan Jauh Resolusi Tinggi serta Undang Undang Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan.

"Data citra satelit yang didapat oleh Lapan merupakan data nasional yang bisa digunakan oleh semua institusi pemerintah dan bisa didapatkan secara gratis. Pada masa mendatang, Lapan akan terus mengembangkan sistem penerimaan dan pengolahan data satelit hingga mencapai resolusi 0,5 meter untuk mendukung program pembangunan nasional," jelas Bambang.

Terkait pembangunan nasional, Prasetyono Wijoyo selaku Deputi Bidang Ekonomi Bappenas dalam sambutannya menjelaskan bahwa dengan ditingkatkannya stasiun penerima data satelit, diharapkan kualitas data yang diperoleh akan menjadi lebih baik. "Hal utama adalah bagaimana kita bisa memanfaatkan data tersebut untuk membantu kebijakan kepentingan nasional dalam menyejahterakan masyarakat," kata Prasetyono.

Dengan peningkatan stasiun penerima data penginderaan jauh ini, tambah Prasetyono, menjadikan Indonesia setahap menuju kemandirian dalam hal pemanfaatan satelit sumberdaya alam dan mengurangi ketergantungan pasokan data dari luar negeri.

"Saat ini kita sudah memiliki stasiun penerima data satelit agar lebih mandiri, suatu saat kita dapat memiliki satelit sendiri, dan secara bertahap kita perlu mempersiapkannya dengan baik," tutup Prasetyono.

Dalam peresmian tersebut dilakukan penandatanganan prasasti oleh Menristek, Kepala Lapan dan Gubernur Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Kepala Balitbangda Provinsi Sulawesi Selatan. Peresmian juga dihadiri Kepala BIG, perwakilan dari UKP4, perwakilan dari UNOPS dan jajaran pejabat Muspida.

Balai Penginderaan Jauh Parepare telah beberapa kali mengalami pembaruan. Setelah peresemian pertama oleh Presiden Soeharto pada 29 September 1993, pembaruan selanjutnya diresmikan oleh BJ Habibie selaku Menteri Negara Riset dan Teknologi pada 15 Desember 1995 dengan nama Stasiun Bumi JERS-1.

Sumber: Kersada/SA
Foto: Kersada/SA


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL