Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN DAN BBKFP DITJEN PERHUBUNGAN UDARA KERJA SAMA BIDANG PESAWAT UDARA
Penulis Berita : • Fotografer : • 26 Aug 2013 • Dibaca : 11245 x ,

Jakarta, Lapan.go.id – Lapan dan Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan (BBKFP) Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menandatangani Perjanjian Kerja Sama mengenai Pengoperasian dan Perawatan Pesawat Udara. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Kepala Biro Kerjasama dan Humas Lapan, Agus Hidayat, dan Kepala BBKFP, Bagus Sunjoyo, tersebut berlangsung di Pusat Teknologi Penerbangan (Pustekbang) Lapan, Rumpin, Bogor, Jawa Barat, Senin (26/8).
Dalam sambutannya, Agus Hidayat menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Lapan dengan Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan yang ditandatangani pada April 2013. Ia berharap, kerja sama ini dapat mempermudah kiprah Pustekbang dalam penelitian dan pengembangan iptek penerbangan. “Selain itu, semoga kerja sama ini mampu meningkatkan kemandirian di bidang industri penerbangan,” Agus menambahkan.

Pihak BBKFP menyambut baik kerjasama ini dan siap untuk melakukan transfer ilmu pengetahuan tentang pengoperasian dan perawatan pesawat udara kepada Lapan. Bagus Sunjoyo berharap, suatu saat nanti Pustekbang tidak hanya menitipkan tetapi juga dapat mengambil alih pengoperasian dan perawatan pesawat tersebut.

Kerja sama kedua instansi tersebut meliputi pengoperasian dan perawatan pesawat udara STEMME S15 (Lapan Surveilance Aircraft atau LSA) dan Cessna 206 (PK-LPN), penyiapan hanggar dan fasilitas penunjang lainnya, serta penyediaan tenaga ahli di bidang teknologi penerbangan.

LSA merupakan pesawat terbang ringan yang dirancang untuk misi surveillance seperti pemetaan, pemantauan serta search and rescue (SAR). Keunggulan pesawat ini yaitu mempunyai desain dasar berupa pesawat glider bermotor, sehingga dapat terbang stabil dengan kecepatan rendah.

Pesawat ini memiliki panjang bentangan sayap 18 meter, total ketinggian 2,45 meter, dan berat total 1,100 kg. . Meski pesawat memiliki bentangan sayap yang panjang, sebagaimana rancangan pesawat glider, tetapi pesawat ini memiliki desain modular airframe yang dapat memudahkan bila diangkut dengan bagian yang terpisah-pisah.

Dengan kecepatan total 220 km/ jam, LSA mampu terbang sejauh 1,300 km selama delapan jam dengan membawa payload maksimal 80 kg. Dukungan engine power sebesar 115 hp dan kapasitas bahan bakar 130 liter, pesawat LSA diharapkan mampu melaksanakan misi yang diemban serta mampu mewujudkan kemandirian nasional di bidang iptek penerbangan.

Lapan selama ini berupaya mewujudkan kemandirian di bidang iptek penerbangan. Untuk itu, Lapan telah bekerja sama dengan berbagai instansi terkait serta mengajak civitas akademika untuk penyerapan ilmu dan teknologi pesawat udara. Lapan juga telah melaksanakan pelatihan pesawat udara antara lain bersama PT DI, ITB, STPI, BTMP, dan STEMME Berlin.

Sumber: Kersada/SA
Foto:Kersada/SA


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL