Kompetensi Utama

Layanan


N219 PENUHI KEBUTUHAN TRANSPORTASI WILAYAH TERPENCIL
Penulis Berita : • Fotografer : • 23 Aug 2013 • Dibaca : 10995 x ,

Jakarta, Lapan.go.id – Kebutuhan Indonesia terhadap pesawat perintis atau berpenumpang kurang dari 20 orang sangat tinggi. Wilayah Indonesia memerlukan alat transportasi udara untuk konektivitas antar pulau agar lebih efisien. Pesawat-pesawat kecil yang hanya membutuhkan landasan kecil dianggap paling cocok untuk dapat menjadi penghubung bagi daerah terpencil di nusantara.

Hal ini terungkap dalam rapat kerja N219 tahun 2013-2014 di kantor pusat Lapan, Rawamangun, Jakarta Timur (22/8). Kegiatan ini diikuti antara lain oleh Lapan, Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perekonomian, Kementerian Perhubungan, Bappenas, BPPT, dan PT DI.
Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lapan, Prof. Dr. Soewarto Hardhienata , mengatakan bahwa berdasarkan Perpres No. 28 Tahun 2008, Indonesia akan mengembangkan pesawat berpenumpang kurang dari 30 orang. Perpres tresebut mengamanatkan Lapan sebagai pusat penelitian dan pengembangan produk kedirgantaraan. Saat ini, Lapan mengembangkan pesawat N219.

Ia menambahkan, pengembangan pesawat tersebut sesuai dengan strategi Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi (MP3EI), salah satunya yaitu untuk penguatan konektivitas nasional. "Keberadaan pesawat perintis akan sangat membantu percepatan pembangunan, khususnya di bidang ekonomi masyarakat pedalaman yang sama sekali belum terjangkau oleh transportasi darat ataupun laut," ujarnya.

N219 merupakan pesawat berpenumpang 19 orang. Pesawat hasil konsorsium berbagai instansi termasuk Lapan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian daerah terpencil dan perbatasan melalui ketersediaan sarana transportasi udara perintis. Pengembangan pesawat ini juga akan menumbuhkan industri penerbangan nasional, industri pendukung, dan operator pesawat terbang. Nantinya, pengembangan pesawat ini juga akan meningkatkan kemandirian nasional dalam produksi sarana transportasi udara.

Soewarto menjelaskan bahwa N219 sangat cocok digunakan di wilayah Indonesia. Hal ini disebabkan, tranportasi udara sangat sesuai bagi wilayah Indonesia yang berbentuk kepulauan. Selain itu, pesawat ini dapat menggunakan landasan kecil. Ini tentunya sangat sesuai bagi wilayah Indonesia yang kebanyakan hanya memiliki landasan sepanjang 800 meter.

Lebih lanjut ia menyatakan bahwa ternyata, Indonesia masih kekurangan pesawat kecil. Saat ini, pesawat sejenis N219 yang ada di Indonesia rata-rata berusia 20 tahun dan jumlahnya pun terbatas, belum memadai untuk kebutuhan penumpang saat ini.

Sumber: Humas/Meg
Foto: Humas/Meg


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL