Kompetensi Utama

Layanan


TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN DIPERLUKAN DALAM MANAJEMEN BENCANA
Penulis Berita : • Fotografer : • 26 Jul 2013 • Dibaca : 39077 x ,

Jakarta, Lapan.go.id – Teknologi kedirgantaraan sangat bermanfaat dalam mitigasi bencana. Salah satu aplikasinya yaitu untuk pembuatan rapid mapping. Hal ini terungkap dalam acara sosialisasi dan diskusi Pemanfaatan Teknologi Kedirgantaraan untuk Mendukung Manajemen Bencana di Indonesia. Sosialisasi berlangsung di Kedeputian Penginderaan Jauh Lapan, Pekayon, Jakarta Timur, Kamis (25/7). Sosialisasi ini diikuti oleh Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Mapiptek).

Dalam diskusi yang dipimpin oleh Kepala Biro Kerja Sama dan Humas, Agus Hidayat, tersebut, Kepala Bidang Pemetaan Kebencanaan dan Perubahan Iklim Badan Informasi Geospasial, Dr.rer.nat. Sumaryono, menjelaskan bahwa rapid mapping dapat membantu misalnya dalam penentuan lokasi posko, distribusi bantuan, dan penghitungan jumlah kerusakan.
Rapid Mapping merupakan metode pemetaan yang dilakukan dengan mengedepankan kecepatan memperoleh hasil dengan tidak meninggalkan prinsip-prinsip teknis dan akurasi. Pemetaan ini harus dilakukan seawal mungkin setelah kejadian bencana untuk menyediakan data dan informasi bagi kegiatan tanggap darurat. Data penginderaan jauh yang diperoleh baik dari citra satelit maupun foto udara sangat membantu dalam penyediaan data tersebut.

Pemetaan secara cepat ini memang sangat dibutuhkan ketika bencana. Kepala Bidang Informatika dan Pengendalian BNPB DKI, Dr. Edy Junaedi Harahap, menjelaskan bahwa Jakarta merupakan daerah rawan bencana seperti banjir, kebakaran, dan gempa bumi. "Untuk itu, kota ini membutuhkan alat atau teknologi kedirgantaraan yang dapat memetakan dampak kerusakan akibat bencana saat terjadinya bencana."

Lapan selama ini menyediakan data penginderaan jauh untuk mitigasi bencana. Kepala Bidang Pengembangan Bank Data Penginderaan Jauh, Rubini Yusuf, mengatakan, penyediaan data satelit penginderaan jauh merupakan salah satu tugas Lapan. Hal ini tertuang dalam Inpres No. 6 Tahun 2012 tentang Penyediaan, Penggunaan, Pengendalian Kualitas, Pengolahan, dan Distribusi Data Satelit Penginderaan Jauh Resolusi Tinggi. Data satelit penginderaan jauh yang dimiliki Lapan tersebut berlisensi pemerintah sehingga semua instansi pemerintah dapat memanfaatkannya untuk berbagai kebutuhan termasuk untuk penanganan bencana.

Selain dengan data satelit penginderaan jauh, berbagai instansi dapat memanfaatkan pesawat Lapan Surveillance UAV (LSU) atau pesawat tanpa awak untuk melakukan monitoring dan pemetaan bencana. Pesawat ini berfungsi sebagai surveillance yang memiliki sistem terbang otomatis dengan program sasaran dan jalur terbang yang telah ditentukan. Pesawat ini dilengkapi dengan kamera sehingga dapat melakukan pemotretan. Data yang diperoleh pesawat ini dapat melengkapi data satelit penginderaan jauh optik karena mampu terbang di bawah awan.

Kepala Bidang Teknologi Avionik Lapan, Ari Sugeng Budiyatna, mengatakan bahwa LSU Lapan telah digunakan untuk mitigasi bencana. Pesawat ini berhasil melakukan quick response bencana banjir di Jakarta. LSU Lapan juga telah melakukan pemantauan lava dan morfologi Gunung Merapi . Data yang dihasilkan LSU tersebut kemudian dibuat sampel 3D modeling sehingga dapat diprediksi area kerusakan ketika gunung tersebut meletus.

Pemanfaatan dan pengembangan teknologi UAV dapat dijadikan sebagai alternatif membangun kemandirian bangsa dalam mengembangkan satelit penginderaan jauh yang dapat menghasilkan analisa kondisi banjir atau bencana lain secara cepat berdasarkan hasil pencitraan teknologi UAV.

Sumber: Humas/Meg
Foto: Humas/Ron


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL