Kompetensi Utama

Layanan


Lapan dan IPB Gali Potensi Pemanfaatan Teknologi Kedirgantaraan LSU DAPAT LENGKAPI DATA SATELIT PENGINDERAAN JAUH OPTIK
Penulis Berita : • Fotografer : • 24 Jul 2013 • Dibaca : 66455 x ,

Bogor, Lapan.go.id – Lapan dan IPB terus menggali potensi kerja sama dalam pemanfaatan teknologi antariksa. salah satu kerja sama tersebut yaitu mengenai peluncuran satelit Lapan A3 untuk misi ketahanan pangan. Hal tersebut diungkapkan Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama IPB, Prof. Dr. Anas Miftah Fauzi, M. Eng., saat Workshop Implementasi Perjanjian Kerja Sama Pengembangan Sistem Ruas Bumi Penerima Data Satelit Lapan A3 dan Pemanfaatan Data Satelit Lingkungan dan Cuaca, Selasa (23/7).
Lapan A3 tersebut nantinya akan diuji untuk kemampuan pemantauan padi, klorofil di perairan, dan titik panas di wilayah hutan. Akan tetapi, hingga saat ini satelit tersebut belum diluncurkan. Hal tersebut disebabkan oleh masih tertundanya peluncuran satelit Lapan A2 yang masih menunggu kesiapan India. Tertundanya peluncuran Lapan A2 berdampak pula pada tertundanya program Lapan A3.

Walaupun pemanfaatan Lapan A3 masih belum terlaksana, namun kedua instansi tetap bekerja sama. Anas mengatakan, IPB dapat menjadi mitra Lapan dalam pemanfaatan data satelit untuk kemajuan ilmu pengetahuan.

IPB selama ini telah memanfaatkan data satelit penginderaan jauh Lapan untuk berbagai penelitian antara lain di bidang pertanian, kelautan, dan kehutanan. Data satelit tersebut sangat berguna misalnya untuk pemetaan seagrass, tanaman sagu, dan pemantauan titik panas di hutan.

Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lapan, Prof. Dr. Soewarto Hardhienata, mengatakan bahwa IPB tetap dapat ikut serta dalam berbagai kegiatan litbang Lapan. Ia menjelaskan, saat ini Lapan juga memiliki program pengembangan pesawat di Pusat Teknologi Penerbangan. Pesawat tersebut yaitu Light Surveillance Aircraft (LSA), Light Surveillance UAV (LSU), dan pesawat transportasi yang merupakan program nasional. Ketiga program tersebut akan menjadi platform dasar bagi pengembangan teknologi penerbangan Lapan.

LSA merupakan pesawat ringan. Saat ini Lapan mengirim penelitinya untuk belajar membangun pesawat tersebut di Jerman. "Diharapkan, pada akhir 2013, pesawat ini tiba di Indonesia dan tahun depan sudah dapat dioperasikan," ujar Soewarto.

"LSU merupakan pesawat tanpa awak yang berfungsi untuk pemantauan. Lapan sudah mengembangkan dua jenis pesawat ini yaitu LSU 01 dan LSU 02. LSU 01 telah diaplikasikan untuk melihat aliran lahar di Gunung Merapi dan digunakan untuk memvalidasi lahan pertanian oleh Kementerian Pertanian," ia menjelaskan.

Sementara itu, LSU 02 merupakan pesawat tanpa awak yang lebih besar dari LSU 01, namun pesawat ini hanya memerlukan landasan pendek untuk terbang. LSU 02 telah dicatatkan di Museum Rekor Dunia Indonesia sebagai pesawat tanpa awak yang terbang terjauh. Pesawat ini telah terbang dari Pameungpeuk ke Pangandaran dan kembali lagi ke Pameungpeuk dengan menempuh jarak 200 kilometer dengan kecepatan 95 kilometer per jam.

Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lapan, memaparkan bahwa kedua pesawat ini dapat dimanfaatkan untuk misi ketahanan pangan. Hal ini disebabkan pesawat ini dapat terbang secara autonomous di bawah awan. Tentunya, gambar yang dihasilkan dapat melengkapi data satelit penginderaan jauh optik yang tidak mampu menembus awan.

Sumber: Humas/Meg
Foto: Humas/Meg


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL