Kompetensi Utama

Layanan


Sidang UNCOPUOS TEKNOLOGI ANTARIKSA DAPAT SUKSESKAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Penulis Berita : • Fotografer : • 17 Jun 2013 • Dibaca : 19175 x ,

Wina, Lapan.go.id – Lapan mengikuti Sidang ke-56 Komite COPUOS di Wina, Austria. Dalam sidang tersebut Kepala Lapan, Bambang S. Tejasukmana, mempimpin delegasi RI yang beranggotakan wakil dari Lapan, Kementeria Pertahanan, Diskum TNI AU, Badan Informasi Geospasial, Kementerian luar Negeri, serta KBRI/PTRI Wina.

Pada sidang ini, negara-negara anggota menyampaikan perkembangan keantariksaan dan kegiatan yang telah dilakukan baik secara nasional, regional dan internasional, termasuk dalam kerangka COPUOS.
Terungkap dalam pembahasan general exchange of views minggu pertama bahwa negara-negara anggota berharap dapat menyelesaikan permasalahan global dengan memanfaatkan teknologi antariksa. Mereka juga berharap, teknologi antariksa dapat menyukseskan agenda pembangunan yang berkelanjutan dan penggunaan ruang antariksa untuk tujuan non-militer. Untuk itu, diperlukan kerja sama internasional dalam kerangka hukum internasional dan mengingatkan bahwa geostationary orbit (GSO) adalah sumber alam terbatas.

Dalam sidang tersebut, Kepala Lapan menyampaikan bahwa Regional Support Office UNSPIDER (RSO) yang ada di Indonesia saat ini sedang menyusun buku. Buku tersebut yaitu aplikasi data penginderaan jauh untuk mendeteksi dan memantau kebakaran hutan serta penyediaan informasi kondisi emergency response bencana berbasis penginderaan jauh baik lingkup nasional maupun regional.

Kepala Lapan juga menyampaikan mengenai penyelenggaraan UN/Indonesia Conference on Integrated Space Technology Application Climate Change yang akan berlangsung pada 2 hingga 4 September 2013. Kegiatan di bidang antariksa yang juga akan diselenggarakan yaitu International School for Young Astronomers pada 26 Agustus hingga 13 September 2013. Acara tersebut bekerja sama dengan International Astronomical Union (IAU).

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Lapan juga menyampaikan dukungan Indonesia terhadap Working Group Long Term Sustainable. Ia menyatakan bahwa working group ini sangat bermanfaat bagi Indonesia.

Dukungan lainnya yang diberikan Indonesia dalam sidang ini yaitu mengenai usulan Inter-Islamic Network on Space Sciences and Technology (ISNET) menjadi Permanent Observer di COPUOS, keanggotaan Ghana menjadi anggota COPUOS, dan proposal China untuk membangun UN Regional Center for Space Science and Technology Education in East Asia and Pasific di Universitas Beihang, China. Indonesia menginginkan center ini dapat saling melengkapi dengan center yang telah ada seperti CSSTEAP di India.


Sumber:Husni, Ahida
Foto:Pusjigan/Husni


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL