Kompetensi Utama

Layanan


Kunjungan MGMP IPS Kabupaten Serang ke LAPAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI SATELIT INDERAJA BAGI KESEJAHTERAAN MANUSIA
Penulis Berita : • Fotografer : • 27 May 2013 • Dibaca : 41176 x ,

Jakarta, Lapan.go.id – Kamis (23/05), Musyawarah Guru Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (MGMP IPS) kabupaten Serang, Banten, mengunjungi Lapan. Kunjungan bertujuan untuk mengetahui lebih jauh mengenai aplikasi mata pelajaran geografi di instansi pemerintah. Bertempat di Balai Pertemuan Dirgantara Lapan, Rawamangun, Jakarta, Lapan menyambut baik kedatangan 34 Guru SMP bidang IPS tersebut.

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Bidang Pelayanan Teknis dan Promosi Lapan, A. Asyiri, Kepala Bagian Humas Lapan, Jasyanto, Kepala Subbidang Promosi Pusat Pemanfaatan Teknologi Dirgantara Lapan, Henny Sulistyawati, dan Kepala Sub Bagian Perpustakaan Lapan, Royati, dan guru-guru SMP bidang IPS Kabupaten Serang.
Mengawali kegiatan, Kepala Bagian Humas, Jasyanto menyampaikan tentang sejarah pembentukan Lapan, Visi dan Misi Lapan, Struktur Organisasi, dan Fasilitas penelitian dan pengembangan (litbang) Lapan yang tersebar di seluruh Indonesia. Ia juga menyampaikan empat pilar utama yang dimiliki Lapan, yakni Teknologi Dirgantara, Teknologi Penginderaan Jauh, Teknologi Sains Antariksa, Iklim dan Atmosfer, serta Kebijakan Kedirgantaraan.

Ia menegaskan bahwa antariksa itu sangat luas, penuh kekayaan dan tantangan bagi umat manusia yang dimanfaatkan bagi kesejahteraan bersama, termasuk lingkungan hidup. Penguasaan teknologi antariksa dimanfaatkan di bidang pengamatan bumi termasuk atmosfer dan iklim, telekomunikasi, navigasi, dan meringankan akibat bencana. Karir di bidang antariksa sangat terbuka bagi lulusan dari berbagai jurusan.

Selanjutnya, Kepala Sub Bidang Promosi Pusat Pemanfaatan Teknologi Dirgantara Lapan, Henny Sulistyawati mengenalkan tentangn Pemanfaatan Data Satelit Penginderaan Jauh. Ia menjelaskan bagaimana cara pemanfaatan teknologi penginderaan jauh. Menurutnya, penginderaan jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang obyek, daerah atau fenomena dengan suatu alat sensor tanpa kontak langsung dengan obyek, daerah, atau fenomena yang dikajinya.

Penginderaan jauh dapat dilakukan melalui foto udara menggunakan pesawat terbang, ballon udara, pesawat tanpa awak atau dilakukan secara observasi. Ia mengenalkan teknologi penginderaan jauh dengan menggunakan satelit berresolusi tinggi, sehingga obyek atau data dapat diterima di stasiun bumi penerima dengan cepat, lalu diolah dan dianalisis sehingga menghasilkan suatu data yang bermanfaat. Data tersebut dapat berupa permukaan bumi, gunung, lautan, kepulauan, pelabuhan, perkotaan, perkebunan, pertanian, kehutanan, wilayah pertambangan, dan lain sebagainya.

Ia menyampaikan bahwa penggunaan teknologi satelit untuk penginderaan jauh memiliki keunggulan, yakni cakupan (coverage) perekaman obyek sangat luas dan menjangkau daerah terpencil, perolehan data lebih konsistensi (consistency), tingkat perekaman data lebih akurat (accuracy), biaya murah (low cost), dan data dapat digunakan dalam waktu yang panjang.

Ia juga menyampaikan berbagai contoh pemanfaatan satelit penginderaan jauh, seperti pembuatan peta daerah, penghitungan ruang terbuka hijau, pemetaan perkebunan sawit, monitoring fase pertumbuhan pada lahan perkebunan dimulai pada awal pembukaan lahan, masa pertumbuhan kemudian masa panen. Selain itu, citra satelit juga dapat memantau perkembangan lahan pertambangan dari tahun ke tahun, pemantauan perubahan tutupan lahan, pemantauan lahan sawah, pemantauan lahan tambak, pemantauan perubahan lahan sebelum dan sesudah bencana, dan sedimensi perubahan garis pantai.

Sumber: Humas/EN
Foto: Humas/EN


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL