Kompetensi Utama

Layanan


NEGARA ASEAN BAHAS PEMBANGUNAN SATELIT OBSERVASI BUMI
Penulis Berita : • Fotografer : • 01 May 2013 • Dibaca : 27434 x ,

Nothaburi-Thailand, Lapan.go.id – Lapan mengikuti Workshop on SCOSA Cooperative Project on the Establishment of ASEAN Earth Observation Satellite. Workshop bertujuan untuk mendiskusikan gagasan pembangunan ASEAN Earth Observation Satellite (EOS) yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai bidang termasuk pemantauan bencana. Kegiatan ini berlangsung pada 25-26 April 2013 di Nothaburi, Thailand.

Pertemuan ini dihadiri oleh delegasi negara anggota ASEAN seperti Indonesia, Brunei Darussalan, Laos, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh wakil dari lembaga antariksa Korea (KARI), Jepang (JAXA), dan National Space Programme Office (NSPO) dan Sekretariat ASEAN.

Direktur Eksekutif lembaga antariksa Thailand (GISTDA), Dr. Anond Snidvongs, saat membuka acara mengatakan bahwa EOS dapat digunakan untuk menyediakan data pemantauan bencana dan aplikasi lain secara gratis.

Pembangunan sistem pemantauan bencana berbasis teknologi keantariksaan sangat penting. Dalam workshop tersebut, konsultan GISTDA, Andy Witts, memaparkan bahwa kawasan ASEAN merupakan wilayah yang terpapar bahaya bencana besar seperti gempa bumi, letusan gunung api, angin topan, dan banjir. Sekarang, satelit yang ada di ASEAN dan internasional telah memiliki kemampuan untuk memantau kondisi tersebut. "EOS dengan resolusi 1-2,5 meter yang saat ini di orbit atau yang akan direncanakan sangat berguna untuk pemantauan bencana di ASEAN," ujarnya.

Saat ini, terdapat empat negara ASEAN yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand, telah memiliki satelit bumi orbit rendah (LEO). Dalam waktu dekat, Vietnam juga akan menyusul meluncurkan satelit sejenis.

Dalam pertemuan ini, para peserta sepakat bahwa negara ASEAN sepakat untuk berbagi data secara tepat waktu. Mereka juga sepakat mengenai perlunya membangun kapasitas di bidang pemantauan bencana berbasis teknologi keantariksaa. Hasil workshop ini akan dilaporkan pada pertemuan SCOSA dan COST di Tagaytay City, Filipina pada 20-24 Mei 2013.

Sumber: Humas/Meg (Laporan Pusfatja)
Foto: Dok. Pusfatja


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL