Kompetensi Utama

Layanan


Space Education Forum Group Discussion PERLUNYA KETERSEDIAAN SDM YANG PROFESIONAL
Penulis Berita : • Fotografer : • 19 Mar 2013 • Dibaca : 146710 x ,

Bandung, Lapan.go.id –Bagaimana persepsi masyarakat terhadap Science, Technology, Engineering dan Mathematics (STEM)? Bagi sebagian orang STEM merupakan suatu hal yang sulit, menjemukan, terkesan serius, tidak menarik, atau bahkan membuat stres. Mungkin itu juga yang terjadi pada generasi muda kita.

Saat ini, generasi muda di Indonesia lebih tertarik pada dunia hiburan. Hal ini memunculkan keprihatinan dari para ilmuwan, sehingga diperlukan suatu upaya yang dapat merangsang minat generasi muda terhadap dunia sains khususnya sains kedirgantaran.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama, Ratih Dewanti, saat membuka Space Education Forum Group Discussion di kantor Lapan Bandung, Jumat (15/3).

Mengapa kita perlu mempelajari dan mengenalkan pendidikan kedirgantaraan kepada masyarakat? Pada salah satu paparan menyebutkan bahwa masih banyak persepsi masyarakat yang keliru mengenai space atau antariksa. Antariksa selama ini dipandang hanya dapat dikuasai oleh negara-negara tertentu dan dianggap terlalu mewah untuk dikuasai oleh negara seperti Indonesia. Padahal, antariksa dapat dimanfaatkan oleh semua orang. Untuk itu, sains antariksa perlu dipelajari dan diperkenalkan kepada masyarakat.

Banyak yang tidak menyadari bahwa masyarakat kini berada dalam era kehidupan berbasis antariksa. Teknologi berbasis antariksa telah digunakan sehari-hari seperti internet, telepon seluler, GPS, dan prakiraan cuaca. "Kita sudah hidup dalam abad ruang angkasa, yang jelas, masa depan peradaban akan ada di antariksa!" ucap Dr. Taufik Hidayat, perwakilan Program Studi Astronomi Institut Teknologi Bandung (ITB).

Space Education Forum Group Discussion ini dihadiri 13 praktisi dan pakar terkait pendidikan di bidang kedirgantaraan. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaring masukan dalam penyusunan roadmap National Space Education Program dan pembangunan National Space Education Center di wilayah ekuatorial Pontianak dan fasilitas peluncuran roket Pameungpeuk.

Dalam forum ini disepakati bahwa dalam penyusunan roadmap tersebut diperlukan sinergi seluruh instansi terkait di Indonesia. Dengan demikian, program kedirgantaraan yang dihasilkan bersifat nasional dan memiliki jangkauan yang luas. Selain itu, forum ini juga menyepakati perlunya ketersediaan sumber daya manusia yang profesional dalam mengelola Space Education Center. Space Education Center tersebut nantinya akan menjadi tempat untuk dan mensimulasikan kecanggihan dunia STEM kedirgantaraan dan menampilkan hasil-hasil STEM kedirgantaraan terdahulu dan terkini.

Pemilihan lokasi di Pontianak dan Pulau Santolo dengan pertimbangan letak geografisnya. Pontianak memiliki kekhasan sebagai wilayah yang dilewati garis khatulistiwa. Sementara itu, Pulau Santolo berada di kawasan peluncuran roket Lapan di Pameungpeuk, Jawa Barat.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari DP2M, Kemdikbud, UNAWE Indonesia, Komunitas Langit Selatan, Perwakilan Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Astronomi ITB, PP Iptek, dan Puspa IPTEK Sundial Kota Baru Parahyangan.


Sumber: Kersada/Dia
Foto: Humas/Meg


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL