Kompetensi Utama

Layanan


Kunjungan Universitas Muhammadiyah Malang SATELIT PENGINDERAAN JAUH DAPAT ANALISIS CUACA
Penulis Berita : • Fotografer : • 01 Feb 2013 • Dibaca : 134347 x ,

Jakarta, Lapan.go.id – Aplikasi pengolahan teknologi satelit penginderaan jauh dapat dimanfaatkan untuk analisis cuaca. Dari data tersebut dapat dibuat prediksi curah hujan bulanan. Hal tersebut dipaparkan oleh peneliti Lapan, Any Zubaedah saat kunjungan 108 mahasiswa dan dua dosen Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Malang ke kantor pusat Lapan, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (22/1).
Terdapat berbagai satelit untuk menganalisis cuaca yaitu TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission), Qmorph (Quick Morphing), dan MTSAT-1R (Multifuntional Tranport Satelite-1R). Any memberi contoh, informasi hasil liputan awan diperoleh dari satelit MTSAT. "Data tersebut diolah, dengan demikian dapat terlihat suhu kecerahan dan klasifikasinya, serta dapat dibuat animasi hariannya," ia menjelaskan.

Selain untuk cuaca, satelit penginderaan jauh juga sangat bermanfaat untuk deteksi potensi kekeringan lahan dan informasi potensi banjir harian dan bulanan di berbagai daerah di Indonesia. Prediksi tersebut menggunakan informasi spasial dengan data DEM – Landsat.

Selama ini Lapan telah banyak memanfaatkan teknologi informasi dalam mendukung penelitian dan pengembangan pemanfaatan data penginderaan jauh. Peneliti Lapan, Sarno, dalam kunjungan tersebut, mengatakan bahwa teknologi informasi digunakan dalam pengolahan data untuk pemetaan digital.

Ia melanjutkan, pemetaan digital tersebut untuk memperoleh informasi mengenai sumber daya wilayah darat, pesisr, dan laut, serta lingkungan dan mitigasi bencana. Informasi mengenai sumber daya wilayah darat antara lain meliputi pemantauan pertumbuhan lahan perkebunan dan vegetasi kehijauan padi, tutupan lahan, sawah, pemukiman, luas sebaran titik api, aktivitas perluasan tambang dan volume tambang yang dihasilkan, serta pemetaan geologi dan jenis mineral yang ada di bumi.

Informasi mengenai sumber daya wilayah pesisir dan laut antara lain meliputi analisis parameter oseanografis dan ekosistem pesisir laut, pengukuran suhu permukaan laut dan klorofil guna memprediksi zona potensi penangkapan ikan, serta pemantauan perubahan garis pantai, sedimen pesisir, dan terumbu karang.

Pemanfaatan untuk lingkungan dan mitigasi bencana antara lain untuk mengetahui daerah yang terkena bahaya banjir dan dampak bencana tersebut. Informasi tersebut juga untuk mendeteksi perubahan lingkungan akibat terjadinya bencana seperti tanah longsor, gempa bumi, dan tsunami. Bahkan, data ini dapat digunakan untuk melihat sebaran asap dan material vulkanik yang diakibatkan letusan gunung berapi dan untuk mendeteksi aliran lahar.

Sarno mengatakan, data satelit penginderaan jauh tersebut diolah dengan menggunakan aplikasi web mapping, web map server and client, serta data dan informasi geospasial penginderaan jauh. Proses pengolahan data satelit diawali dengan akuisisi data. Data citra tersebut kemudian dikomposit dan dilakukan spesifikasi data. Kemudian data dimozaik dan dilakukan penajaman data citra (image data).

Dalam kunjungan ini, Kepala Subbagian Publikasi Lapan, Adhi Pratomo, mengatakan selain untuk penginderaan jauh, pemanfaatan teknologi antariksa ini sangat luas. Teknologi ini dimanfaatkan di bidang atmosfer dan iklim, telekomunikasi, navigasi, dan meringankan akibat bencana.


Sumber: Humas/EN
Foto: Humas/EN


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL