Kompetensi Utama

Layanan


Depanri PENGEMBANGAN PENERBANGAN PERINTIS VITAL BAGI INDONESIA
Penulis Berita : • Fotografer : • 02 Jan 2013 • Dibaca : 137029 x ,

Jakarta, Lapan.go.id – Lapan selaku Sekretariat Dewan Penerbangan dan Antariksa Nasional RI (Depanri) kembali menyelenggarakan seminar tahunan yang bertema Iptek Penerbangan Yang Tanguh Dalam Era Globalisasi. Acara ini berlangsung di Gedung 2 BPPT, Jakarta, Kamis (20/12).

Dalam seminar ini, Depanri membahas isu strategis lintas sektoral yang meliputi pengembangan KFX/IFX, pengembangan penerbangan perintis, serta kebijakan nasional kedirgantaraan dan posisi Indonesia di fora internasional.
Kepala Lapan Bambang S. Tejasukmana, dalam acara tersebut, melaporkan mengenai Rencana Induk Kedirgantaraan Nasional. Rencana Induk Kedirgantaraan Nasional ini mencakup RUU Keantariksaan, upgrading stasiun bumi penginderaan jauh, usulan akuisisi data satelit penginderaan jauh, pemutakhiran roadmap program satelit Lapan, program pengembangan pesawat transport, dan pengembangan program UAV.

Dalam seminar ini, Menteri Riset dan Teknologi selaku wakil ketua dan pelaksana harian Depanri, Prof. Dr. Gusti M. Hatta, mengatakan bahwa iptek penerbangan yang tangguh dalam era globalisasi, merupakan tema yang menarik bila difokuskan pada aspek kemandirian iptek penerbangan khususnya bagi para peneliti dan pengembangan teknologi penerbangan dan pengambil keputusan.

Gusti mengatakan, dalam masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia 2011- 2025, telah ditetapkan Strategi pelaksanaan MP3EI. Strategi tersebut mengintegrasikan tiga elemen utama yakni Mengembangkan potensi ekonomi wilayah di 6 koridor ekonomi Indonesia (Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusa tenggara, dan Papua-Kepulauan Maluku), memperkuat konektivitas nasional yang terintegrasi secara lokal dan terhubung secara global, dan memperkuat kemampuan SDM dan Iptek nasional untuk mendukung pengembangan program utama disetiap koridor ekonomi. Ketiga elemen tersebut terkait isu pengembangan penerbangan perintis.

Ia melanjutkan, pengembangan penerbangan perintis sangat vital di Indonesia. Selain sebagai alat transportasi, program ini juga sebagai alat pemersatu bangsa karena menjadi penghubung ribuan pulau Indonesia. Dengan adanya program ini, industri penerbangan semakin ditantang untuk lebih memanfaatkan teknologi sebaik-baiknya guna menjamin pengoperasian yang aman atas pesawat terbang dan ruang udara. Seminar ini membahas mengenai pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan International Civil Aviation Organization (ICAO) atau badan khusus PBB yang bertugas untuk mengatur dan mengendalikan kegiatan penerbangan sipil baik segi teknik dan hukum dalam penerbangan domestik dan internasional. Dalam seminar ini juga dibahas mengenai status pengembangan pesawat N219. Pesawat ini akan berfungsi sebagai jembatan udara kebijakan industri kedirgantaraan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Industri Maritim Kedirgantaraan, Kementerian Perindustrian, Pusat Teknologi Industri Pertahanandan Keamanan BPPT, UPT LAGG, Dislitbang TNI-AU, PT Krakatau steel, PT Dirgantara Indonesia, LPEM UI, M3Tech, Navindo, ITB, Direktorat Jenderal Kelembagaan Internasional Kominfo, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Badan Informasi Geospasial, BATAN, LIPI, Direktorat Fungsional Diplomat dan Direktorat Perjanjian Polkamwil Kementerian Luar Negeri, Direktorat Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kemlu, serta para pejabat struktural dan peneliti Lapan.


Sumber: Humas/EN
Foto: Humas/EN


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL