Kompetensi Utama

Layanan


Akibat Perubahan Iklim : Beberapa Pulau di Indonesia Terancam Hilang
Penulis : • Media : • 02 Sep 2013 • Dibaca : 42733 x ,

JAKARTA (Pos Kota)- Indonesia menjadi negara yang menerima dampak terbesar dari fenomena perubahan iklim. Mencairnya es di kutub utara membuat permukaan air laut meningkat dan dimungkinkan sejumlah pulau di Indonesia akan hilang.

“Kita adalah negara kepulauan yang memiliki garis pantai yang sangat panjang yakni 81 ribu kilometer. Jika permukaan air laut meningkat, maka sejumlah pulau akan tenggelam. Karena pantai akan menjadi daerah paling rawan terkena dampak perubahan iklim,” papar Staf Ahli Menristek bidang Teknologi Pertahanan dan Ketahanan Teguh Rahardja disela kegiatan Konferensi Internasional tentang Aplikasi Teknologi Antariksa untuk Perubahan Iklim yang digelar Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bekerjasama dengan Badan PBB, Senin (2/9).

Tak hanya hilangnya sejumlah pulau-pulau kecil, menurut Teguh, pulau-pulau yang ada di Indonesia akan mengecil ukurannya terkait makin hilangnya area pantai.

Karena itu Indonesia harus mengambil peranan penting untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Termasuk diantaranya aktif dalam konferensi internasional tentang aplikasi teknologi antariksa untuk perubahan iklim yang dihadiri para pakar-pakar bidang teknologi antariksa dan perubahan iklim tersebut.

Menurut Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Bambang Tejasukmana, teknologi antariksa memiliki peran yang sangat penting dalam mengobservasi variabel-variabel perubahan iklim. Di antaranya, kenaikan muka air laut, trend deforestasi atau emisi karbon, dan parameter lainnya yang sulit dilakukan dengan pengamatan langsung.

“Teknologi antariksa menempatkan berbagai satelit untuk memantau perubahan iklim. Bidang Pertanian paling terpengaruh karena sangat sensitif dan tergantung pada cuaca,” ujarnya.

LAPAN sendiri dikatakan Bambang sebenarnya sudah memiliki satelit, hanya saja jangkauannya kurang luas. Karenanya, pada 2020 Indonesia menargetkan memiliki satelit khusus Meteorologi supaya bisa ikut berkontribusi pada dunia.

“Satelit yang ada kemampuannya terbatas. Nanti pada 2020 diluncurkan satelit yang beratnya 1 ton. Ini sudah dikoordinasikan dengan Kementerian Ristek agar sumberdaya yang dimiliki Kementerian bisa didayagunakan,” tambahnya.

Untuk sementara, Indonesia masih menggunakan satelit yang terpasang di Pare-Pare. Satelit tersebut dikatakan Kepala Pusat Teknologi Penginderaan Jauh LAPAN, Orbita Roswintiarti, sebenarnya mampu menerima beberapa data dari stasium bumi karena bisa mencover seluruh Indonesia. Namun, belum bisa berkontribusi untuk dunia.

Juan Carlos Villagran dari United Nations Office for Outer Space Affairs (UNOOSA) membenarkan jika Indonesia paling berdampak pada perubahan iklim. Pulau-pulau yang dimiliki Indonesia bisa terancam. Meski Indonesia memiliki teknologi antariksa, tetap butuh dukungan dari negara lain. Dari konferensi inilah didapatkan ilmu-ilmu baru terkait antisipasi perubahan iklim. (inung)

Sumber :
http://www.poskotanews.com/2013/09/02/beberapa-pulau-di-indonesia-terancam-hilang/








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL