Kompetensi Utama

Layanan


Misi Mengurangi Risiko Bencana
Penulis : • Media : • 08 Sep 2013 • Dibaca : 9181 x ,

Di negara yang rawan bencana seperti Indonesia, keberadaan pesawat tanpa awak sangat dibutuhkan untuk mendeteksi dan mengumpulkan data daerah rawan bencana. Mujtahid, Kepala Bidang Aerostruktur Pusat Teknologi Penerbangan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menjelaskan pesawat tanpa awak dapat digunakan memotret kondisi kawah gunung, hingga bisa membuat analisa arah lahar, ke mana akan mengalir ketika gunung berapi meletus.

"Data yang diperoleh dari pesawat akan memudahkan tim penyelamat melakukan evakuasi terhadap penduduk sekitar gunung, hingga angka kematian yang disebabkan bencana bisa ditekan," terang Mujtahid.

Pusat Teknologi Penerbangan pernah menggunakan LSU-01 untuk memotret puncak Gunung Merapi di Jawa Tengah karena ringan dan tahan air serta dapat dioperasikan secara otomatis. Pengambilan gambar puncak Merapi dilakukan otomatis dengan selang waktu pengambilan gambar tiap 5 detik,kecepatan terbang 60 Km/jam, dan luas pemotretan 1 Km2.

Selain mengembangkan beberapa tipe LSU, Pusat Teknologi Penerbangan sedaNG mengembangkan HSS – 10 X (High Speed Surveillance) bermesin turbo dengan kecepatan 198 km/jam. Bahkan, lembaga ini berencana mendesain pesawat tanpa awak yang mampu membawa rudal atau senjata. "Pesawat tanpa awak ini sudah menjadi kebutuhan bangsa karena tidak dipisahkan dari pertahanan negara," tandas Mujtahid.

Dari beberapa bukti pesawat nir awak tersebut, pemerintah Indonesia akan memprorioritaskan membeli persenjataan buat pertahanan dalam negeri. "Secara kemampuan kita sudah sanggup memproduksi alat militer yang canggih," pungkasnya. Faisal chaniago

Sumber :
http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/128200








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL