Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Antisipasi Perubahan Iklim
Penulis : • Media : • 09 Sep 2013 • Dibaca : 30738 x ,

Jakarta, Trans - Perubahan iklim telah menjadi isu di seluruh dunia. Fenomena ini harus mendapat perhatian serius karena berpotensi mengancam dimensi-dimensi pembangunan, seperti ekonomi, sosial, dan lingkungan. Indonesia pun harus ikut memutar otak mencari cara untuk mengantisipasi dampak dari perubahan iklim tersebut.

Melalui Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di bidang antariksa United Nations Office for Outer Space Affair (UNOOSA), Indonesia menggelar Konferensi Internasional tentang Aplikasi Teknologi Antariksa untuk Perubahan Iklim.

“Konferensi ini akan berdiskusi mengenai cara mengantisipasi dampak perubahan iklim dengan menggunakan teknologi antariksa, khususnya teknologi penginderaan jarak jauh,” kata Bambang S Tejasukmana, Kepala LAPAN, di acara Konferensi Internasional tentang Aplikasi Teknologi Antariksa untuk Perubahan Iklim, Jakarta (2/9).

Bambang menjelaskan, pemanfaatan teknologi antariksa penginderaan jarak jauh ini akan digunakan untuk menghitung tingkat kerentanan suatu negara atau wilayah terhadap perubahan iklim. Sehingga, nantinya dapat tercipta sebuah adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim.

“Dengan teknologi antariksa, kita dapat menghitung tingkat kerentanan suatu daerah di pinggir pantai terkait naiknya tinggi air laut dan menghitung jumlah luas hutan-hutan penghasil emisi karbon di Indonesia,” jelas Bambang.

Menurutnya, Indonesia adalah negara yang memiliki lahan yang sangat luas, sehingga memerlukan satelit penginderaan jarak jauh untuk melihat kondisi atmosfer, daratan, dan lautan.

Saat ini, pemerintah RI sudah memanfaatkan teknologi itu untuk mengetahui tingkat curah hujan pada suatu wilayah dan mengetahui pola cuaca. “Dengan teknologi ini, kita juga dapat mengetahui dampak-dampak dari perubahan iklim, terutama mengenai tingkat degradasi hutan dan kenaikan temperatur air laut,” kata Teguh Rahardjo, Staf Ahli Bidang Teknologi Hankam, Kementerian Riset dan Teknologi.

Teguh juga menyampaikan, Indonesia sangat rawan terhadap perubahan iklim. Seperti diketahui, pulau-pulau di Indonesia rata-rata di kelilingi oleh lautan, apabila es di kutub terus meleleh bisa dibayangkan berapa pulau di Indonesia yang akan tenggelam.

“Kita memerlukan sebuah alat pemantauan untuk mengetahui data pola cuaca yang akan terjadi. Untuk itu, kita bekerja sama dengan negara-negara lain yang sudah memiliki data-data penginderaan jarak jauh dalam mengatasi perubahan iklim ini,” kata Teguh. | Suryati

Sumber :
http://korantransaksi.com/trans-nusantara/lapan-antisipasi-perubahan-iklim/








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL