Kompetensi Utama

Layanan


Loka Pengamatan Dirgantara Sumedang
07 Nov 2013 • Dibaca : 15380 x ,

Stasiun Pengamat Dirgantara Tanjungsari Adalah salah satu fasilitas pengamatan dirgantara dari 6 (enam) SPD yang dikelola oleh Deputi Bidang Sains, Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan LAPAN. Dirintis sejak tahun 1975 melakukan pengamatan aktivitas matahari secara radio yang bekerja pada frekuensi 200 Mhz. Pembangunan fisik stasiun dimulai pada tahun 1977 dan peresmiannya oleh Ketua LAPAN pada tanggal 13 Maret 1980 sebagai Stasiun Pengamat Matahari. Kemudian pada tahun 1989 berganti nama menjadi Stasiun Pengamat Matahari dan Ionosfer, dan sejalan dengan perkembangan misi yang diembannya menjadi Stasiun Pengamat Dirgantara (SPD) Tanjungsari pada April 2001.

Fungsi

Melaksanakan pengamatan, perekaman, pengolahan, dan pelaporan data parameter matahari, ionosfer, magnet bumi, dan meteo permukaan, serta melaksanakan pemeliharaan peralatan.


Peralatan :

Teleskop NGT 18 inci
Umumnya digunakan untuk pengamatan objek malam seperti planet, bintang dsb. Teleskop ini dilengkapi dengan kamera CCD    
SpectraSource 1024x1024 dan spektrograf dengan disperse 121Ã…/mm.

Teleskop Celestron 8 inci
Indikasi aktivitas matahari berupa bintik (Sun Spot) diamati setiap hari menggunakan teleskop C8 inci baik manual maupun digital. 

Spektrograf Radio SN 4000
Adalah peralatan pengamatan matahari secara radio bekerja pada Band B dan Band C/D. keluaran berupa semburan (burst) radio matahari yang teramati dalam rentang frekuensi 57-1800 MHz.

Ionosonda IPS-71
Pengamatan lapisan ionosfer (50-1000 Km) menggunakan IPS-71 meliputi frekuensi maksimum, frekuensi minimum, dan frekuensi optimum baik secara sounding vertical maupun Oblique. Data keluaran dalam bentuk ionogram.


Airglow Monitor
Untuk mengamati perilaku atmosfer atas, peralatan airglow monitor milik Radio Atmospheric Science Center, University of Kyoto. Hasilnya adalah data gelombang gravitas yang menunjukkan adanya transfer energi di daerah atmosfer atas.


TEC Meter
Total Electron Content (TEC) meter dioperasikan untuk mengetahui karekteristik ionosfer memanfaatkan teknologi GPS yang relatif lebih handal daripada radiosonde atau Balon. Penelitian TEC terkini sudah diaplikasikan ke dunia penerbangan, geodesi, dan navigasi khususnya informasi koreksi posisi pengguna GPS.


Automatic Weather Station
Automatic Weather Station (AWS) diproduksi oleh Meteor Scientific Instrumentation merupakan peralatan stasion klimatologi pertanian otomatis, data langsung terekam ke dalam disk. Unsure-unsur cuaca yang diamati terdiri dari : Radiasi surya, Suhu udara, kelembaban udara, kecepatan angina, suhu tanah, dan curah hujan.


Fluxgate Magnetometer
Gangguan pada medan magnet bumi akibat adanya aliran angina matahari (solar wind). Indikasi gangguan tersebut diwakili oleh Indeks K yang diturunkan dari komponen H (Zonal), D (Meridional), Z (Vertikal) stasiun pengamat magnet bumi. Fluxgate Magnetometer yang terpasang di SPD Tanjungsari untuk menentukan variasi komponen H, D, Z dalam skala waktu tertentu.









Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL