Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN dan Kemenhub Sepakat Kembangkan Teknologi Penerbangan
Penulis : • Media : • 22 Apr 2013 • Dibaca : 11616 x ,

Jurnas.com | Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bekerjasama dengan Direktorat Jendral Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan untuk pengoperasian bersama pesawat udara untuk digunakan dalam pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan.

Penandatanganan kerjasama kedua pihak dilakukan oleh Kepala LAPAN Bambang S Tedjasukmana dan Direktur Jendral Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Udara, Herry Bakti di kantor pusat LAPAN, Jl Pemuda Persil, Jakarta Timur, Senin (22/4).

Dalam kerjasama ini, LAPAN akan menyerahkan pengoperasian dan perawatan pesawat Lapan Surveillance Aircraft (LSA) kepada Kementerian Perhubungan. Kerja sama ini akan berjalan hingga lima tahun kedepan dan akan terus diperpanjang sesuai pemanfataannya.

Pesawat tersebut akan digunakan untuk penelitian, pengembangan, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan.

Pesawat udara yang diproduksi di Technische Universitait (TU Berlin) di , Jerman di sebutkan memliki kelebihan dan alat yang lebih baik dibandingkan pesawat tanpa awak, atau disebut Lapan Survaillance UAF yang diproduksi LAPAN.

“Pengembangannya saat ini bekerjasama dengan Jerman untuk meredesain hingga produksi. Diharapkan akhir 2013 selesai. Dalam konteks ini kita sangat memerlukan bantuan baik dari pengembangan, sertifikasi dan pengoperasian pesawatnya,” kata Kepala LAPAN, Bambang S Tedjasukmana di Jakarta, Senin.

Kata dia, untuk tingkat nasional LSA merupakan pesawat pertama yang dikembangkan oleh LAPAN . Diharapkan bermanfaat untuk membantu navigasi dan komunikasi pernerbangan sejumlah bandara di Indonesia.

“Pesawat ini kami harap menjadi satu sarana awal bagi penerbangan Indonesia. Pesawat ini juga digunakan dalam pengembangan pemanfaatan sistem navigasi,” katanya.

Kepala Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN, Rika Andiarti menjelaskan pesawat LSA yang masih diproduksi di Jerman ini memiliki aplikasi yang lebih baik.

“Pesawat ini dilengkapi sensor kamera yang diletakkan dibawah sayap. Melalui alat itu diharapkan dapat memberikan data yang lebih akurat untuk pengembangan teknologi penerbangan di Indonesia,” katanya.

Jika pesawat ini selesai pada akhir 2013, telah disiapkan agar Sumber Daya Manusia (SDM) dari Lapan bisa mengoperasikannya dengan tetap menerima arahan dan bantuan dari Jerman.

“Peningkatan SDM dilakukan dengan mengirim tekhnisi dan penerbang LAPAN untuk belajar mengikuti training di Jerman. Selain itu, kami juga berharap mereka bisa mengambil pendidikan S2 dan S3 di Jerman agar bisa mengaplikasikan ilmunya di Indonesia,” kata dia.

Sumber :
www.jurnas.com/news/90283/LAPAN_dan_Kemenhub_Sepakat_Kembangkan_Teknologi_Penerbangan/1/Sosial_Budaya/Saintek








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL