Kompetensi Utama

Layanan


Indonesia Bangun Bandar Antariksa
Penulis : Elfi • Media : Harianterbit.com • 28 Nov 2014 • Dibaca : 36249 x ,

Bogor, HanTer - Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) menyatakan tengah merencanakan pembangunan bandar antariksa dan observatorium nasional. Fasilitas ini masuk dalam rencana induk keantariksaan nasional selama 25 tahun.

Rencana tersebut dipaparkan oleh Kepala LAPAN, Thomas Jamaludin, di Rumpin, Bogor, Kamis (27/11/2014). Thomas mengungkapkan, adanya fasilitas bandar antariksa bisa menghemat anggaran keantariksaan.

"Untuk menciptakan kemandirian nasional, ada rencana dalam 25 tahun ke depan, Indonesia akan membangun bandar antariksa. Minimal dalam 25 tahun bisa membuat perencanaan matang dan tahap awal pembangunan," kata Thomas.

Thomas memaparkan, dengan adanya bandar antariksa itu, lintasan diekuator itu akan membuat biaya peluncuran antariksa lebih murah karena tidak perlu manuver.

Sebab, untuk satelit-satelit ekuatorial tidak terlalu banyak manuver kalau dibandingkan dengan ekuator lintang tinggi sehingga biaya bahan bakar untuk wahana di tinggi bisa dikurangi.

"Jadi memiliki peluncuran diwilyah ekuator menjadi keinginan banyak negara. Eropa punya di Koru +2 derajat lintang utara , Amerika Selatan, Brazil di Alkantara -2 derajat lintang selatan," ujarnya.

Sementara untuk Indonesia, lanjut Thomas, kemungkinan akan dibangun di Morotai, Ambon atau Biak, Papua. Kedua lokasi tersebut dinilai memenuhi karakteristik untuk sebuah bandar antariksa.

"Itu disekitar dua derajat tingkat ekuator. Nah kalau kita bisa mmbangun bandar antariksa, pemanfaatannya bisa di Indonesia. Negara-negara di asia pasifik yang bisa mengembangkn teknologi ini, dan teknologi antariksa bisa termanfaatkan," ucapnya.

Namun, sepertinya pembangunan bandar antariksa ini masih perlu waktu yang cukup lama untuk direalisasikan karena harga peralatan yang tidak murah.

"Sebetulnya 25 tahun pembangunan bandar anatariksa itu terlalu singkat. Untuk besarnya anggaran sendiri saya belum punya gambaran," tuturnya.

Selain membangun bandar antariksa, LAPAN juga akan membangun observatorium nasional yang rencananya akan dibangun di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Tingkat kepadatan penduduk mempengaruhi daya tangkap teropong sehingga untuk mengambil gambar yang tajam itu tidak bisa daerah yang terlalu banyak cahaya," ungkapnya.

Obserbatorium ini direncanakna akan mulai dibangun pada awal tahun 2015 di wilayah timur itu.

"Ini sudah menjadi rencana kita komunitas sains antariksa. Tapi pengembangannya terkait SDMnya. Pembangunan observatorium nasional ini diperkirakan akan dibangun dalam waktu lima tahun," tutupnya.








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL