Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Ciptakan Pesawat Baru Dengan Dana Rp 400 Miliar
Penulis : Dian • Media : Merahsatu.com • 11 Dec 2014 • Dibaca : 75851 x ,

Pesawat merupakan merupakan alat transportasi yang sangat penting bagi Indonesia sebagai negara Kepulauan. Kebutuhan orang untuk berpergian baik keperluan bisnis maupun keperluan lainnya yang menempuh jarak yang jauh, sangat membutuhkan sebuah alat transportasi yang cepat. pilihan yang paling tepat adalah menggunakan pesawat karena waktu yang dibutuhkan akan lebih singkat dan cepat sampainya.

Oleh karena itu Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Indonesia Berusaha menciptakan pesawat terbaru N219. Untuk pengembangan sebuah pesawat baru buatan Indonesia, Lapan mengeluarkan dana investasinya sebesar Rp400 miliar.

Thomas Djamaluddin Sebagai Kepala Lapan menjelaskan di BPPT, bahwa Indonesia terus berusaha untuk mengembangakan dan menciptakan pesawat terbaru N219, Kemampuan dari N219 adalah pesawat ini dapat terbang di landasan pendek dan ini cocok untuk industri penerbangan yang ada di Indonesia. Pesawat ini akan di uji kebolehannya pada akhir tahun 2015 dan akan diproduksi pada tahun 2016. Semoga saja Pesawat ini dapat menoreh keberhasilan seperti pesawat buatan BJ Habibie dulu dan meraih pasar yang luas.

“Pesawat N219 bernilai investasi hingga Rp 400 miliar. Rencananya akan diuji coba akhir 2015 mendatang dan diproduksi 2016,” jelas Thomas Djamaluddin.

Beliau menuturkan bahwa pesawat N219 buatan Lapan tersebut telah memiliki sertifikasi layak terbang. “Lapan selaku periset akan bekerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI), dari sisi pasar terbukti memiliki keunggulan,” ujar Thomas.

Lapan juga telah berhasil menciptakan pesawat tanpa awak (Unmanned Aerial Vehicle) Surveillance yang telah diuji coba oleh Lapan dan tentara yaitu LSU dengan seri 01, 02 dan 05. UAV buatan Indonesia ini memiliki kemampuan luar biasa yaitu penginderaan tanpa terkendala awan maupun pemantauan aktivitas laut. UAV buatan Indonesia ini juga dapat dipersenjatai dengan senjata. Artinya UAV buatan Indonesia ini juga dapat digunakan untuk kepentingan militer.

Diharapkan Indonesia mampu membuat Pesawat tempur canggih sendiri dan juga UAV buatan Indonesia mampu bersaing dengan UAV dari Eropa dan Barat. Seperti yang pernah dijanjikan oleh Jokowi Bahwa dia akan menggunakan UAV untuk menjaga Indonesia. Maka UAV buatan Lapan ini cocok untuk digunakan agar Indonesia dapat menjaga kawasannya dengan produk dalam negeri, sehingga tidak diketahui oleh pihak asing mengenai data yang diperoleh.


Pesawat N219


Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bersama PT Dirgantara Indonesia (Persero) merancang pesawat berbadan ringan dan lincah, N219. Pesawat yang akan disertifikasi pada tahun 2016 ini

Untuk mensukseskan program N219, pemerintah akan membantu pembiayaan pengembangan purwarupa hingga sertifikasi pesawat. Alasannya anggaran tersebut sangat tinggi jika ditanggung badan usaha. Pemerintah saat ini mengucuri dana Rp 400 miliar untuk membuat prototype pesawat penumpang N219.

Pengembangan N219 tidak berhenti pada pesawat kecil atau light aircraft. Nantinya kemampuan N219 akan ditingkatkan atau dikembangkan untuk menjadi pesawat amphibi. Artinya armada N219 ke depan bisa mendarat tidak hanya di ladasan tanah melainkan di atas air, seperti: sungai hingga laut. Pesawat tipe ini diklaim yang pertama kali dirancang oleh insinyur RI.

“N219 saat sertifikasi, maka pesawat N219 amphibi mulai dikembangkan. Kita pararel. Nantinya ini yang pertama kali kita kembangkan pesawat tipe amphibi,” kata Kepala Program Pesawat Terbang LAPAN Agus Ariwibowo.

Konsep ‘burung besi’ yang bisa mendarat di atas air ini sangat membantu percepatan pergerakan barang dan orang, di tengah keterbatasan infrastruktur bandara. Pesawat amphibi ini bisa menjangkau pulau-pulau eksotis Indonesia yang masih minim infrastuktur.

“Kita punya banyak pantai yang jadi wilayah wisata tapi nggak tersentuh maka dengan pesawat amphibi kita bisa tingkatkan konektifitas,” ujarnya.


Pesawat Baling-Baling Jumbo 140 Penumpang



Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengusulkan pengembangan pesawat komersial atau penumpang baling-baling (propeller) terbesar di dunia. Pesawat yang bernama N2140 ini, nantinya mampu membawa 144 penumpang.

“Kita dapat ide dari pesawat A400 M yang memiliki baling-baling gede. Ini nggak masuk ke pasar jet. Kita kembangkan pesawat yang cocok dengan kondisi Indonesia,” kata Kepala Program Pesawat Terbang LAPAN Agus Aribowo.

A400 M merupakan pesawat angkut militer atau cargo berbadan lebar yang diciptakan oleh Airbus Military. Pengembangan N2140 nantinya akan memakai mesin EuroProp. Ini merupakan mesin terbaru, setelah turboprop, untuk kelas propeller. Meski bukan mesin jet, EuroProp memiliki kemampuan layaknya mesin pesawat jet. Daya jangkau pesawat ini menyerupai daya jelajah pesawat sekelas Boeing 737 hingga Airbus A320.

“EuroProp bisa masuk transonic. Kalau Boeing (Boeing 737) kecepatan 0,78 mach (kecepatan suara), kalau EuroProp 0,7 mach. Ini nggak beda jauh,” jelasnya.

Keunggulan pesawat N2140 daripada pesawat bermesin jet, sekelas Airbus 320 dan Boeing 737, ialah konsumsi bahan bakar. Pesawat baling-baling ini hemat dalam pemakaian BBM sekitar 20% sampai 25% daripada pesawat jet. Keunggulan sangat bermanfaat bagi maskapai komersial karena selama ini menerima hantaman  tingginya biaya avtur.


Pesawat Tanpa Awak atau UAV




Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Republik Indonesia mengembangkan pesawat tanpa awak canggih atau Unmanned Aerial Vihicle (UAV). 

Program bernama LAPAN Surveillance UAV sudah menghasilkan 5 jenis pesawat tanpa awak, yakni: LSU 01, 02, 03,04, hingga 05. Pesawat tanpa awak ini bisa dipakai untuk pemantauan daerah perbatasan, daerah bencana, daerah berbahaya, serta misi terbang jarak jauh.

“Fungsi bisa dipakai pemantauan atau surveillace seperti lahan pertanian, mitigasi bencana, maritim, tepi pantai,” kata Kepala Bidang Teknologi Prokusi Puslitbang LAPAN, Bayu Utama.

Varian terbaru pesawat tanpa awak drone ialah LSU 05. Pesawat ini memiliki daya jelajah hingga 240 kilo meter dengan lama terbang selama 8 jam dan mampu membawa beban 30 kilo gram. Pesawat ini memakai bahan bakar tipe Pertamax.

Tidak hanya pesawat tanpa awak, LAPAN juga mengembangkan pesawat mata-mata berawak. Program ini bernama  LAPAN Surveillance Aircraft (LSA). Program ini memanfaatkan pesawat kecil berkpasitas 2 orang dan bermesin tunggal. Pesawat yang memiliki bentang sayap 18 meter ini, didatangkan langsung dari Jerman namun LAPAN memiliki kesempatan mempelajari pengembangan LSA untuk tahap berikutnya. LAPAN mengirim 6 insinyurnya untuk belajar ke TU Berlin Jerman sesuai perjanjian transfer of technology.

Pemanfaatan pesawat UAV, kata Bayu, bisa dipakai untuk keperluan damai hingga militer. Pesawat UAV bisa dilengkapi persenjataan. Tipe pesawat UAV dinilai sangat aman untuk melakukan misi berbahaya karena tidak khawatir ada korban luka karena tertembak. Sebab pesawat UAV dikendalikan dari jarak jauh.



Satelit dan Roket



Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Republik Indonesia memiliki program kerja jangka panjang pengembangan satelit telekomunikasi hingga roket pembawa satelit. Program ini terangkum dalam master plan selama 25 tahun ke depan. Untuk satelit, LAPAN berencana meluncurkan satelit LAPAN A2 untuk pengideraan jarak jauh. Ke depan, LAPAN ingin mengembangkan dan meluncurkan satelit telekomunikasi secara mandiri.

“Sekarang kita realitis bikin satelit satelit telekomunikasi dan satelit pengideraan jarak jauh,” kata Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin.

Thomas menyebut tentang tantangan pendanaan untuk pengembangan satelit komunikasi. Setidaknya secara hitungan kasar, sebuah satelit baru seharga Rp 3 triliun maka biaya pengembangannya bisa mencapai Rp 6 triliun. Artinya Rp 3 triliun untuk pembuatan satelit dan Rp 3 triliun untuk pembuatan fasilitasnya. Namun dengan dibuat sendiri, ke depan kemandirian dan sisi ekonomis bisa tercapai. Potensi kebutuhan satelit komunikasi sangat besar, apalagi perusahaan Indonesia selalu membeli satelit dari luar negeri.

“Kita kembangkan satelit sendiri plus biaya kembangkan 2 kali dari harga. Tentu anggaran itu harga harus disiapkan,” jelasnya.

Tidak hanya satelit. LAPAN secara bertahap mengembangkan roket untuk pendorong satelit.




Sumber :
http://www.merahsatu.com/lapan-ciptakan-pesawat-baru-dengan-dana-rp-400-miliar/








Related Posts
Asteroid lebih tinggi dari Menara Big Ben dekati bumi tidak berbahaya
24 Jul 2019
Jakarta (ANTARA) - Asteroid yang lebih tinggi dari Menara Jam Big Ben di London, Inggris, meluncur dengan kecepatan 19,17 km per detik melintas dekat bumi dengan jarak terdekat 219.375 mil…
Produksi Asli Indonesia : Pesawat N-219 Akhirnya Keluar Hanggar
11 Dec 2015
BANDUNG. - Pesawat N-219 akhirnya diperkenalkan kepada publik melalui kegiatan roll out (keluar hanggar). Sedianya pesawat ini akan diberi nama oleh Presiden Joko Widodo namun batal karena kepala negara berhalangan…
PT DI Perkenalkan N 219
10 Dec 2015
BANDUNG-LAPAN dan PT DI akhirnya berhasil memperkenalkan pesawat buatan anak negeri, N 219 kepada masyarakat dan pejabat negara, melalui kegiatan rolling out.Menkopolhukam Luhut B. Panjaitan datang mewakili presiden untuk meresmikan…
LAPAN Siapkan Rp 450 Miliar Untuk Bangun Pesawat
04 Nov 2015
BANDUNG - Untuk memproduksi pesawat CN 219, LAPAN dan PT DI sudah menyiapkan anggarannya. Setidaknya dari LAPAN telah disediakan anggaran miliaran rupiah.“Kami mempersiapkan dana sebesar Rp 450 miliar, sejak tahun…
SOLUSI MENTERI YUDDY AGAR PT. DI TIDAK UP AND DOWN
03 Nov 2015
BANDUNG - Dalam kunjungan kerja ke PT. Dirgantara Indonesia (DI), sabtu (31/10), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), mengatakan bahwa sudah sejak lama PT. DI yang sebelumnya bernama…
Setelah N219, PT DI dan Lapan bakal bikin N245 dan N270
03 Nov 2015
Merdeka.com - PT Dirgantara Indonesia (PT DI) makin berambisi mengembangkan dan membuat pesawat produksi dalam negeri. Walau sertifikasi untuk pesawat N219 belum tuntas, PT DI sudah menyampaikan ambisinya mengembangkan pesawat…
Saran Menteri Yuddy agar PTDI Kembali Berjaya
03 Nov 2015
Liputan6.com, Jakarta - Akhir pekan kemarin, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandy mengadakan kunjungannya ke PT Dirgantara Indonesoa (Persero) (PTDI) yang berlokasi di Bandung.Dalam kunjungannya tersebut, Yuddy…
Menristekdikti Dukung Hasil Riset LAPAN
05 Nov 2014
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, M. Nasir melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Dalam kunjungannnya ke LAPAN M. Nasir disambut langsung oleh Kepala LAPAN, Thomas…
5 Fakta seputar pesawat N219 buatan anak negeri
26 Feb 2014
Merdeka.com - Industri penerbangan dan kedirgantaraan di Indonesia sudah berumur lebih dari setengah abad. Namun, kiprah dan cemerlangnya industri ini dikenal saat era kepemimpinan Presiden Soeharto. Saat itu Indonesia punya…
Setelah N219, PT DI dan Lapan bakal bikin N245 dan N270
25 Feb 2014
Merdeka.com - PT Dirgantara Indonesia (PT DI) makin berambisi mengembangkan dan membuat pesawat produksi dalam negeri. Walau sertifikasi untuk pesawat N219 belum tuntas, PT DI sudah menyampaikan ambisinya mengembangkan pesawat…
Ini para pemesan pesawat N219 buatan PT DI dan Lapan
25 Feb 2014
Merdeka.com - PT Dirgantara Indonesia (PT KAI) bersama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menargetkan pesawat N 219 mengudara pada 2016. Itu artinya, pesawat buatan anak negeri tersebut ditargetkan lolos…
Lapan dan PT DI rakit roket canggih jarak tembak 100 Km
25 Feb 2014
Merdeka.com - Selain proyek kerja sama pembuatan pesawat, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) juga tengah mengembangkan proyek lain. Yaitu pembuatan roket canggih yang…
Lapan dan PT DI habiskan Rp 400 miliar kembangkan N219
25 Feb 2014
Merdeka.com - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menghabiskan anggaran sekitar Rp 400 miliar untuk pengembangan pesawat N219 bersama PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Dana ini akan digunakan untuk dua…
Kemristek Luncurkan Pesawat Tanpa Awak
31 Jul 2013
Jurnas.com | KEMENTERIAN Riset dan Teknologi (Kemristek) akan memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-18 tahun 2013. Puncak peringatan Hakteknas tahun ini akan dipusatkan di Taman Mini Indonesia Indonesia (TMII)…

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL