Kompetensi Utama

Layanan


Komurindo Bangkitkan Minat Generasi Muda pada Teknologi Dirgantara
03 Feb 2014 • Dibaca : 44133 x ,

Roket dan satelit merupakan teknologi dirgantara yang sangat bermanfaat bagi manusia. Contoh penggunaannya yaitu, penggunaan roket untuk meluncurkan satelit ke luar angkasa. Satelit saat ini telah menjadi kebutuhan bagi manusia. Dengan satelit, manusia antara lain dapat berkomunikasi jarak jauh, navigasi, pemantauan permukaan bumi, dan melakukan mitigasi bencana.

Indonesia saat ini berupaya untuk mencapai kemandirian bangsa dalam menguasai teknologi dirgantara. Penguasaan teknologi dirgantara tersebut tidak luput dari peran generasi muda. Di tangan merekalah, Indonesia dapat mencapai kemandirian di bidang bergengsi ini. Untuk itu, mereka perlu memperoleh pengetahuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dirgantara.

Lapan senantiasa berupaya untuk mengajak generasi muda terlibat dalam kegiatan ilmu pengetahuan dan teknologi kedirgantaraan. Salah satu upaya tersebut yaitu dengan menyelenggarakan Kompetisi Muatan Roket Indonesia (Komurindo). Kompetisi ini terbuka bagi mahasiswa di Indonesia.

Komurindo adalah kompetisi tahunan rancang bangun muatan roket tingkat perguruan tinggi yang diselenggarakan sejak 2009. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk menyiapkan bibit unggul calon peneliti, perekayasa, dan ilmuwan dalam bidang peroketan nasional. Ajang ini juga sekaligus untuk mewadahi dan menumbuhkembangkan rasa cinta teknologi dirgantara melalui penguasaan teknologi peroketan sejak dini.

Dalam ajang ini, para mahasiswa ditantang untuk membangun suatu sistem monitoring dan pengukuran yang stabil, akurat, dan presisi di bidang peroketan. Dengan demikian, kegiatan ini akan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam rancang bangun serta pengujian roket dan muatannya. Kompetisi ini juga akan meningkatkan kemampuan mereka dalam teknologi penginderaan jauh dan sistem otomasi robotika pada muatan roket.

Dalam perlombaan ini, setiap tim peserta menjalani uji dimensi, uji fungsional, uji statik, integrasi muatan, dan uji terbang. Tim yang lolos di babak pertama dapat melaju ke tahap kedua yaitu uji terbang muatan. Masing-masing tim terdiri dari tiga mahasiswa dan satu dosen pembina.

Sejak diadakan kompetisi ini minat generasi muda terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi kedirgantaraan meningkat. Saat ini lebih banyak anak muda yang ingin belajar mengenai antariksa dan teknologinya. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya peserta yang mendaftar setiap tahunnya.

Meningkatnya minat generasi muda terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi dirgantara merupakan sesuatu yang positif bagi Indonesi. Untuk kebutuhan nasional, kondisi ini semakin baik karena akan menciptakan para ahli ilmu pengetahuan dan teknologi dirgantara di Indonesia.








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL