Kompetensi Utama

Layanan


Jadi Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin Akan Bangun Bandara Antariksa
Penulis : Indah Mutiara Kami • Media : detik.com • 10 Feb 2014 • Dibaca : 40929 x ,

Jakarta - Thomas Djamaluddin baru saja dilantik sebagai Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) pada 7 Februari 2014 yang lalu. Pria yang sudah puluhan tahun malang melintang sebagai peneliti astronomi ini menargetkan agar Indonesia memiliki bandara antariksa dalam 25 tahun ke depan.

"Tantangan utamanya adalah bagaimana menjadikan LAPAN bisa menjalankan tugas dan fungsi sebaik-baiknya. Dengan adanya UU Keantariksaan, amanat itu menjadi lebih besar karena di dalamnya ada hal-hal strategis," kata Djamal saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakpus, Senin (10/2/2014).

Pria yang sudah bercita-cita jadi peneliti sejak SMP ini mengaku akan fokus dalam menjabarkan peraturan pemerintah turunan dari UU Keantariksaan. UU itu sendiri sudah disahkan DPR sejak Juli 2013.

"UU Keantariksaan itu terkait bagaimana kita mengetahui, memanfaatkan, dan menguasai teknologi antariksa. Selain itu juga tentang bagaimana melindungi kegiatan antariksa," ujar pria beranak tiga ini.

Sebagai Kepala LAPAN, Djamal harus merumuskan rencana induk keantariksaan hingga 25 thn ke depan. Nantinya penjabaran tersebut akan diamanatkan dalam peraturan pemerintah yang mencakup 5 hal yaitu sains, pemanfaatan antariksa, penguasaan teknologi, bandara antariksa, dan komersial.

"Posisi Indonesia di khatulistiwa sangat strategis. Ini sangat menguntungkan untuk peluncuran wahana antariksa. Maka amanat UU Keantariksaan tentang bandara antariksa sangat penting," ujar Djamal.

Menurut ayah tiga anak ini, negara-negaa seperti Brasil dan Perancis juga memilih wilayah khatulistiwa di Amerika Selatan sebagai lokasi bandara antariksa mereka. Indonesia tidak boleh mensia-siakan lokasi yang sudah potensial ini.
"Indonesia juga sangat potensial untuk jadi bandara antariksa. Kita akan cari wilayah dekat equator yang punya potensi keamanan. Antara Morotai di Maluku Utara atau Biak di Papua," kata pria kelahiran Purwokerto, 23 Januari 1962 ini.

Meski percaya diri, Djamal tahu bahwa jalan terjal akan ia hadapi terkait rencana pembangunan bandara antariksa tersebut. Namun ia tetap optimis dan akan menjalin kerjasama dengan negara-negara lain.

"Selama ini kajian-kajian sudah tapi untuk bangunannya harus ada kajian lebih mendalam. Saya harapkan dalam 25 tahun kita sudah punya bandara antariksa. Kita punya kepercayaan diri, harus bangun kerjasama dgn dunia internasional. Antariksa itu memang high cost, high technology, and high risk," kata pria yang mendapat gelar S2 dan S3 di Jepang dengan beasiswa ini.

Djamal juga percaya diri karena saat ini sudah banyak anak muda yang berminat pada ilmu antariksa. Ia memperkirakan bahwa kualitas SDM terkait antariksa pun akan meningkat.

"Antariksa dari segi sains dan teknologi sekarang menjadi minat generasi muda. Kesadaran masyarakat akan fenomena antariksa mendorong publik untuk mengerti dan merasa berkepentingan. Teknologi antariksa tidak dapat terpisahkan dari kehidupan modern seperti telekomunikasi, navigasi, atau penginderaan jauh. Dengan kondisi seperti itu, minat generasi muda akan dunia antariksa sudah makin meningkat," ujarnya.

Sebelum menjabat sebagai Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin duduk di posisi Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan. Sebelumnya, selama bekerja di LAPAN ia pernah menjabat sebagai
Kepala Unit Komputer Induk LAPAN Bandung, Kepala Bidang Matahari dan Antariksa, dan Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim LAPAN.

Sumber :
http://news.detik.com/read/2014/02/10/151947/2492295/608/2/jadi-kepala-lapan-thomas-djamaluddin-akan-bangun-bandara-antariksa








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL