Kompetensi Utama

Layanan


Teknologi Energi Hibrid Berdayakan Kampung Nelayan
Penulis : Arjuna Al Ichsan • Media : jurnas.com • 02 Mar 2014 • Dibaca : 24329 x ,

Jurnas.com | PUSAT Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi Kelautan dan Perikanan (P3TKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) memadukan energi surya dan angin untuk sumber listrik di kampung nelayan. Pembangkit listrik tenaga hibrid (PLTH) ini telah diterapkan di Kampung Nelayan Desa Pandansimo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Pembangkit listrik tenaga surya dan angin ini memiliki kapasitas energi hingga 100 KW. Oleh warga desa Pandansimo yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan, energi dari PLTH dimanfaatkan untuk

sirkulasi air di kolam aquaponik dan produksi es batu.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C Sutardjo mengatakan, PLTH energi surya dan angin bisa menjadi solusi untuk kampung nelayan yang belum dialiri listrik. Ke depannya, teknologi yang sama akan diterapkan di pulau-pulau terluar.

"Dengan keberhasilan program di Bantul ini, nantinya KKP akan terapkan program energi angin ini di beberapa pulau terluar," kata Sharif usai meninjau implementasi teknologi energi hibrid di Desa Pandansimo, Minggu (2/3).

Menurut Sharif, penerapan teknologi terbarukan seperti teknologi hibrid sangat diperlukan di Indonesia yang luas wilayah dan sebaran pulaunya sangat banyak. Teknologi ini bisa mendukung program pengentasan kemiskinan pada masyarakat pesisir dan nelayan.

"Dengan penambahan energi hibrid, dalam 1 hari dapat menghasilkan 1.000 kilogram es balok untuk mengawetkan ikan dan berupa es kristal yang digunakan oleh warung-warung sekitar untuk jualan," ucapnya.

Sejak didirikan pada tahun 2010, PLTH kincir angin dan panel surya menjadi andalan warga Desa Pandansimo untuk memperoleh energi listrik. Fasilitas listrik yang dialiri oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) baru masuk ke desa tersebut sekitar enam bulan lalu.

Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP) Aryo Hanggono menambahkan, perpaduan energi angin dan energi surya ini bisa saling melengkapi. Saat musim kemarau, panel surya bisa menghasilkan energi lebih besar. Sebaliknya, saat musim penghujan dengan intensitas angin yang kencang, kincir angin akan lebih maksimal memproduksi listrik.

Aryo menuturkan, selanjutnya PLTH turbin angin dan panel surya akan diterapkan di wilayah Lombok Tengah dan Lombok Timur. Teknologi energi hibrid ini akan dimanfaatkan untuk kegiatan pencucian rumput laut.

"Kita akan terapkan teknologi yang sama di Lombok untuk pencucian rumput laut, rencananya tahun 2015," ujar Aryo. (*) -

Sumber :
http://www.jurnas.com/news/126137/Teknologi_Energi_Hibrid_Berdayakan_Kampung_Nelayan_2014/1/Sosial_Budaya/Saintek








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL