Kompetensi Utama

Layanan


Teknologi Indonesia Melompat Lebih Maju dengan UU Keantariksaan
Penulis Berita : Humas/MN • Fotografer : Humas/MN • 20 Mar 2014 • Dibaca : 59929 x ,

Kepala Lapan memaparkan bahwa Undang-undang Keantariksaan akan memajukan teknologi bangsa, terutama di bidang antariksa.

Pemerintah daerah sangat membutuhkan data satelit beresolusi tinggi. Data tersebut untuk keperluan tata ruang atau pembangunan, mengetahui batas wilayah, memantau jalan-jalan desa, dan keperluan perikanan. Hal tersebut diungkapkan Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Merauke, Agustinus Joko Guritno, saat sosialisasi Undang-undang No. 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan di Kabupaten Merauke, Papua, Kamis (20/4).


Kebutuhan akan teknologi antariksa inilah yang menjadi salah satu latar belakang dibuatnya Undang-undang No. 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan. Kepala Lapan, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, saat sosialisasi tersebut menjelaskan bahwa undang-undang tersebut akan membuat Indonesia melompat lebih maju menuju kemajuan-kemajuan teknologi, terutama teknologi antariksa. “Undang-undang ini akan membuat kita dapat memahami tentang keantariksaan, mengembangkan teknologinya, memanfaatkannya, dan melindunginya sehingga nantinya kita akan dapat berpartisipasi untuk mengembangkannya atau paling tidak memanfaatkannya,” ujarnya.


Dengan adanya undang-undang tersebut kegiatan keantariksaan akan semakin memberi manfaat bagi masyarakat. Sekretaris Utama Lapan, IL Arisdiyo, menjelaskan undang-undang ini akan mendukung kerja Lapan di bidang antariksa.


Ia menjelaskan, Lapan berupaya mewujudkan penguasaan teknologi antariksa melalui teknologi satelit, peroketan, sains antariksa, dan penginderaan jauh. Ia juga memaparkan bahwa pemanfaatan data dari berbagai satelit (Landsat, NOAA, Ikonos) yang dapat di pakai oleh Pemerintah Daerah maupun para petani dan nelayan untuk mencari ikan. “Sistem ZPPI (Zona Potensi Penangkapan Ikan) berbasis satelit akan membuat nelayan tidak perlu lagi mencari ikan, tapi langsung menangkap ikan,” Arisdiyo menambahkan.


Dalam sosialisasi tersebut, anggota Komisi VII DPR RI, Djamaluddin Djafar, mengajak peserta untuk bertanya mengenai teknologi antariksa kepada Kepala Lapan dan stafnya. Peserta pun memanfaatkannya untuk berdiskusi dengan Kepala Lapan.


Saat forum diskusi, Kepala Lapan menjawab pertanyaan mengeni berbagai kerja sama yang dilaksanakan Lapan antara lain dengan TNI AU, AD, dan AL. Kerja sama tersebut berkaitan dengan pemanfaatan teknologi satelit.


Kepala Lapan juga memberikan jawaban mengenai kemampuan satelit dalam mengamati suatu wilayah. Ia menjelaskan bahwa satelit dapat memantau permukaan bumi. Data satelit yang dimiliki Lapan tersebut dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak. Data tersebut tersedia di situs Lapan, www.lapan.go.id. Namun, untuk memperoleh citra dengan resolusi tinggi, instansi yang menginginkannya perlu mengirimkan surat resmi kepada Lapan.


Dalam mengamati permukaan bumi, satelit juga memiliki hambatan. Kepala Lapan mengatakan pemotretan bumi memalui satelit terkadang terkendala oleh awan. Untuk mengatasinya, dapat menggunakan pesawat UAV.


Ternyata untuk membangun keantariksaan nasional diperlukan multidisiplin ilmu. Kepala Lapan menjelaskan, Lapan memerlukan lulusan dari berbagai jurusan seperti teknik elektro, teknik mesin, fisika, kimia, dan astronomi. Bahkan, Lapan juga memerlukan bidang ilmu sosial untuk mengkaji berbagai kebijakan.



Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL