Kompetensi Utama

Layanan


Sinergi Antar Instansi Tingkatkan Litbang Antariksa
Penulis Berita : Humas/EN • Fotografer : Humas/EN • 02 Apr 2014 • Dibaca : 51221 x ,

FKK akan meningkatkan sinergi antar lembaga dalam meningkatkan litbang nasional.

Rabu(2/4), Lapan melaksanakan Sarasehan Pemanfaatan Hasil Penelitian dan Pengembangan Lapan bertema Antariksa untuk Peradaban Bangsa. Kegiatan dalam rangka pertemuan berkala Forum Komunikasi Kelitbangan (FKK) tersebut berlangsung di IPB International Convention Center, Bogor, Jawa Barat.

Kepala Lapan, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, dalam sambutannya mengatakan bahwa saat ini dunia antariksa memliki makna yang luas bukan hanya tentang teknologi antariksa. Sekarang, kampanye dunia penerbangan diperluas dengan heliofisik yang disampaikan dalam international geofisik pada 2007.

Heliofisik atau disebut juga cuaca antariksa, bukanlah cuaca yang dipantau dari antariksa, melainkan kondisi dinamis matahari yang saat ini dipantau, dikaji, dan diteliti intensif. Badai matahari akan mempengaruhi teknologi modern. Kepala Lapan mengatakan, saat ini, kehidupan manusia bergantung pada teknologi antariksa. Dengan adanya badai matahari maka akan mempengaruhi satelit. Akibatnya, layanan telekomunikasi, perbankan online, navigasi, penginderaan jauh, serta satelit dan informasi cuaca akan terganggu.
Indonesia telah lama terlibat dalam kegiatan keantariksaan. Thomas menjelaskan, pada 1976, Indonesia meluncurkan satelit palapa dan menjadi negara ketiga yang memiliki satelit untuk komunikasi. “Kita berharap, dalam 25 tahun mendatang, Indonesia dapat menghasilkan roket peluncur satelit. Hal ini disebabkan, Indonesia merupakan wilayah yang strategis untuk menjadi Bandar antariksa karena terletak di ekuator.

Ia melanjutkan, ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa merupakan ilmu yang dekat dengan bidang ilmu lain. Terobosan ilmu pengetauan dan teknologi merupakan pengembangan sains antariksa. Misalnya, para astronom yang meneliti kamera elektronik, berasal dari ilmuwan yang ingin mengambil citra langit dengan cepat. Tantangan untuk meneliti benda yang tidak bisa dijangkau tersebut mendorong peneliti mengembangkan ilmu antariksa. Sains antariksa dan pemanfaatannya adalah bagian dari peradaban manusia.

Untuk itu, ia beharap sarasehan ini dapat memperkuat pemahaman tentang antariksa guna memperkuat komunikasi antar instansi litbang. Dengan demikian, terjadi sinergi antara Lapan dan Forum Komunikasi Kelitbangan dalam mendukung litbang antariksa.
FKK dihadiri oleh 120 pejabat fungsional peneliti Badan Litbang Kementrian dan Lembaga pemerintah, TNI, Perguruan Tinggi, serta para peneliti dari Lapan. Dalam kegiatan ini peserta memperoleh pemapran mengenai serta Capaian dan Roadmap Kegiatan Penguasaan Teknologi Dirgantara oleh Prof. Dr. Ing Soewarto Hardienata, Capaian dan Roadmap Kegiatan Sains Antariksa oleh Plt. Deputi Sains dan Pengkajian Informasi Kedirgantaraan, Drs. Afif Budiono MT, Capaian dan Roadmap Kegiatan Penginderaan Jauh oleh Dr. Orbita Roswintiarti, serta materi Sosialisasi Undang-undang Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan oleh Kepala Pusat Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan, Drs. Husni Nasution.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL