Kompetensi Utama

Layanan


Informasi Berbasis Teknologi Antariksa yang Cepat dan Akurat Penting dalam Manajemen Bencana
Penulis Berita : Humas/Meg • Fotografer : Humas/Meg • 15 Apr 2014 • Dibaca : 37700 x ,

Workshop ASEAN membahas mengenai pemanfaatan informasi berbasis antariksa untuk respon tanggap darurat bencana

Lapan menyelenggarakan The ASEAN Workshop on Development of Mechanisms for Acquisition And Utilization of Space-Based Information During Emergency Response. Kegiatan yang diikuti negara-negara anggota ASEAN ini berlangsung pada 15 hingga 16 April 2014 di Hotel Santika, Yogyakarta.

Workshop ini membahas mengenai pentingnya manajemen risiko bencana bagi semua negara. Perwakilan United Nations Platform for Space Based Information for Disaster Management and Emergency Response (UN-SPIDER), Shirish Ravan, Selasa (15/4), mengatakan bahwa untuk memperkecil dampak yang ditimbulkan bencana diperlukan informasi berbasis teknologi antariksa. Hal ini disebabkan, teknologi antariksa dapat menambal informasi yang kurang dalam mitigasi bencana. Dengan demikian, para pengguna atau penentu kebijakan dapat mengetahui dengan segera apa saja kerugian yang timbul akibat bencana.

“Untuk itulah, kegiatan ini dilaksanakan guna menjadi sarana bagi berbagai negara untuk berbagi pengetahuan dalam memanfaatkan data satelit dalam respon tanggap darurat bencana. Selain itu, kegiatan ini juga untuk mempromosikan penggunaan teknologi dalam mitigasi bencana. Kegiatan ini juga untuk menyiapkan mekanisme dalam manajemen bencana,” ujarnya.

Senada dengan Ravan, perwakilan dari ASEAN Coordinating Center for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Center), Aditya Janggam, mengatakan bahwa pertemuan ini didasarkan kesadaran bahwa negara-negara di ASEAN rawan terkena bencana dan pernah mengalaminya. Dengan demikian, akses terhadap informasi berbasis teknologi menjadi sangat penting dan informasi tersebut telah menjadi perhatian bagi ASEAN.

Sebagai negara yang rawan bencana, Indonesia telah pula memanfaatkan informasi berbasis teknologi antariksa tersebut. Kepala Lapan, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, saat membuka acara, mengatakan bahwa respon tanggap darurat sangat penting bagi negara ini karena menyangkut dengan pembangunan nasional dan manajemen bencana.

Selama ini, Lapan terlibat dalam manajemen bencana bukan hanya dengan menggunakan informasi berbasis teknologi antariksa, melainkan juga menggunakan teknologi penerbangan, yaitu UAV. Dalam menyediakan informasi, Lapan tidak hanya terlibat dalam respon tanggap darurat bencana nasional, tetapi juga internasional.

Menurut Kepala Lapan, saat ini yang menjadi tantangan yaitu cara untuk menyediakan informasi secara cepat dan akurat sehingga dapat meminimalkan dampak bencana. Untuk itu, berbagai negara perlu bekerja bersama guna mencari jalan keluar masalah tersebut. Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan ini dapat menjadi sarana dalam menyiapkan standar prosedur operasional respon tanggap darurat bencana sehingga pengguna dapat memanfaatkan informasi berbasis teknologi antariksa untuk manajemen bencana.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL