Kompetensi Utama

Layanan


Workshop ASEAN: Perlu Diseminasi Pemanfaatan Informasi Berbasis Teknologi Antariksa
Penulis Berita : Humas/Meg • Fotografer : Humas/Meg • 16 Apr 2014 • Dibaca : 14298 x ,

Informasi berbasis teknologi antariksa harus didiseminasikan kepada pengguna.

Penanganan bencana alam sangat memerlukan informasi berbasis antariksa. Untuk itu, publik perlu mengetahui mengenai informasi tersebut agar pemanfaatannya semakin maksimal. Hal tersebut dipaparkan dalam sesi diskusi The ASEAN Workshop on Development of Mechanisms for Acquisition And Utilization of Space-Based Information During Emergency Response di Yogyakarta, Rabu (16/4).

Melalui informasi berbasis terknologi antariksa tersebut, pemantauan bencana dapat dilakukan dengan lebih mudah. Perwakilan dari National Disaster Reduction Center China, Wang Ping memaparkan pengalaman negaranya dalam penanganan bencana alam. Ia menjelaskan, ketika bencana, informasi berbasis teknologi antariksa dapat mengidentifikasi bangunan-bangunan yang rusak. Bahkan, kegiatan preventif pun dapat dilaksanakan dengan membuat pemetaan bangunan-bangunan yang memiliki potensi terkena bencana.

Setelah terjadi bencana, data berbasis teknologi penginderaan jauh digunakan untuk perencanaan pembangunan kembali rumah-rumah yang rusak dan restorasi ekologi. Untuk itulah, informasi berbasis teknologi antariksa ini harus disebarkan kepada pengguna, pembuat kebijakan nasional, peneliti, publik, dan media, agar dapat termanfaatkan secara maksimal.

Diseminasi informasi ini penting dalam mekanisme penanganan bencana. Dengan demikian, berbagai pihak yang berkepentingan dapat memanfaatkan informasi tersebut untuk meminimalkan dampak bencana sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Dalam pertemuan ini, Lapan berinisiatif ingin membangun mekanisme penanganan bencana berbasis teknologi antariksa di Indonesia. Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh, Dedi Irawadi, mengatakan bahwa Undang-undang No. 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan menunjuk Lapan untuk bertanggung jawab dalam penyediaan data nasional. Untuk melaksanakan tugas itu, diperlukan komunikasi dengan berbagai pihak baik instansi perintah pusat maupun pemerintah daerah guna membangun basis data penginderaan jauh untuk penanganan bencana.

Dedi mengatakan, basis data ini akan menfokuskan pada data pra bencana atau prehistorical data. Dengan demikian, selain untuk membangun upaya preventif, ketika terjadi bencana, data historis tersebut akan sangat berguna dalam memahami kondisi bencana. Dalam membangun basis data ini diperlukan informasi mengenai daerah-daerah yang berisiko tinggi mengalami bencana.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL