Kompetensi Utama

Layanan


Kunjungan UHamka: Motivasi dan Kesungguhan Belajar Modal Kuasai Penerbangan
Penulis Berita : Humas/Meg • Fotografer : Humas/Sgd • 14 May 2014 • Dibaca : 50142 x ,

Mahasiswa UHamka menyimak pemaparan mengenai teknologi keantariksaan yang dikembangkan Lapan.

Sejarah penelitian dan pengembangan pesawat penumpang di Lapan dimulai sejak 1970-an. Saat 1977-1978, Lapan membuat prototipe pesawat terbang XT-400 dari fasilitas Lapan di Rumpin, Jawa Barat. Ini tentunya memberikan semangat dalam pengembangan pesawat terbang berpenumpang saat ini.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Aerodinamika Lapan, Agus Aribowo, dalam talkshow edukasi keantariksaan bertema Membangun Peranan Mahasiswa Teknik Elektro dalam Dunia Penelitian dan Pengembangan Keantariksaan, Rabu (14/5). Kegiatan ini merupakan rangkaian kunjungan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHamka) ke kantor Pusat Lapan, Rawamangun, Jakarta Timur.

Walaupun kemudian penelitian dan pengembangan penerbangan di Lapan sempat terhenti, namun saat ini Lapan siap membangkitkan kembali kemampuan dalam bidang tersebut. Agus mengatakan bahwa Lapan sedang membangun pesawat berpenumpang 19 orang yang diberi nama N219.

Ia menjelaskan, N219 mengemban misi besar bagi Indonesia. Pesawat ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah terpencil dan membangkitkan industri penerbangan nasional. Selain itu, program pengembangan pesawat ini juga akan meningkatkan kemandirian nasional dalam penguasaan teknologi transportasi udara.

Dalam mengembangkan pesawat ini diperlukan sumber daya manusia dari berbagai bidang. Hal ini disebabkan, pembuatan pesawat terbang memerlukan pengetahuan misalnya mengenai struktur, design, mesin, sistem elektronika, komputer. “Semua orang memiliki keahlian masing-masing yang sangat parsial dalam pembuatan pesawat. Namun, yang terpenting yaitu orang-orang yang bekerja di bidang ini memiliki motivasi dan kesungguhan dalam belajar,” ujarnya.

Dalam edukasi keantariksaan ini, para mahasiswa juga mempelajari mengenai pengembangan satelit dan stasiun bumi Lapan. Peneliti Pusat Teknologi Satelit, Yudistira, mengatakan, Lapan telah mengorbitkan satelit pada 2007 yang bernama Lapan A1, satelit berikutnya yaitu Lapan A2 telah selesai dibangun dan saat ini menunggu untuk diluncurkan. Satelit tersebut memiliki spesifikasi yang lebih baik dari satelit sebelumnya. Lapan A2 memiliki dua kamera digital dan mengirimkan data dengan menggunakan frekuensi S Band. “Saat ini, Lapan sedang mengembangkan satelit Lapan A3 bekerja sama dengan IPB. Lapan A3 mengarah pada satelit imager untuk mendeteksi usia padi,” ia memaparkan.

Kunjungan ini diikuti 60 mahasiswa dan tiga dosen pembimbing. Menurut Wakil Dekan I Fakultas Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Emilia Roza, kunjungan ini bertujuan agar para mahasiswa dapat lebih mengetahui tentang ilmu keantariksaan. Dengan demikian, mereka memiliki gambaran dan tertarik dengan bidang keantariksaan. “Tentu saja, hal ini akan membuat mereka lebih termotivasi dalam belajar,” ia berkata. Sementara itu, Kepala Bagian Humas Lapan, Jasyanto, berharap kunjungan ini akan memberikan inspirasi bagi para mahasiswa untuk mempelajari antariksa.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL