Kompetensi Utama

Layanan


Penguasan Teknologi Antariksa Bangun Kemandirian dan Ketahanan Bangsa
Penulis Berita : Humas/Sgd • Fotografer : Humas/Sgd • 16 May 2014 • Dibaca : 59050 x ,

Kepala Lapan (kiri), KSAD, Soegeng Sarjadi, dan Dr. Ninok Leksono dalam talkshow di Wisma Kodel, Jakarta.

Negara harus memiliki empat unsur yaitu politik, ekonomi, militer, dan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Iptek memiliki peran penting karena daya saing bangsa bertumpu pada teknologi. Salah satu lembaga litbang yang dimiliki Indonesia yaitu Lapan. Namun, posisi Lapan bukan hanya lembaga penelitian, melainkan juga sebagai penyelenggara keantariksaan sesuai dengan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2013 Tentang Keantariksaan.

Hal tersebut dijelaskan oleh Kepala Lapan, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, saat menjadi narasumber talkshow Soegang Sarjadi di Wisma Kodel, Jakarta, Jumat (16/5). Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Budiman dan Wartawan Senior Dr. Ninok Leksono, dipandu oleh Soegeng Sarjadi. Talkshow tersebut bertema Kebangkitan Militer dan Daya Tempur TNI.

Kepala Lapan menjelaskan, Lapan mengembangkan empat bidang litbang yaitu sains, penginderaan jauh, teknologi kedirgantaraan seperti roket, satelit, dan penerbangan, serta kebijakan keantariksaan. Pada dasarnya, Lapan mengembangkan teknologi seperti roket, satelit, dan penginderaan jauh untuk tujuan damai. Lapan mengembangkan roket untuk meluncurkan satelit. Selain itu, pengembangan roket sonda saat ini juga digunakan untuk penelitian-penelitian atmosfer dan keantariksaan.

Kementerian-kementerian memanfaatkan kompetensi tersebut di berbagai bidang, termasuk kementerian pertahanan yang memanfaatkan teknologi Lapan untuk tujuan pertahanan. Kepala Lapan mengatakan bahwa Lapan mengembangkan teknologi penerbangan yakni pesawat UAV atau tanpa awak yang dapat digunakan untuk memantau wilayah. Selain itu, Lapan juga mengembangkan satelit mikro Lapan-A2 yang akan diluncurkan, dan Lapan-A3 yang sedang disertifikasi. Satelit tersebut dapat digunakan untuk tujuan pertahanan seperti memantau kapal di laut. Ia menambahkan, Lapan juga memiliki kemampuan penginderaan jauh resolusi tinggi dan bank data penginderaan jauh untuk berbagai kepentingan.

Prof. Dr. Thomas Djamaludin juga mengemukakan bahwa saat ini kita memasuki era tekologi informasi dan juga teknologi antariksa. “Indonesia adalah negara kepulauan sehingga memerlukan teknologi antariksa. Banyak orang-orang pintar bangsa ini yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan teknologi ini. Kita membutuhkan keberanian untuk belajar dan membeli teknologi dari negara lain untuk kemudian mempelajari dan mengembangkan infrastrukturnya. Dengan demikian, kemampuan di bidang teknologi antariksa akan meningkat. Penguasan teknologi antariksa tersebut akan membangun kemandirian dan ketahanan bangsa,” ujarnya.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL