Kompetensi Utama

Layanan


BKPM Lirik Inderaja Lapan untuk Peningkatan Investasi Daerah
Penulis Berita : Humas/And • Fotografer : Humas/Dok. Pusfatekgan/Ardi • 18 Jun 2014 • Dibaca : 52000 x ,

Sekretaris Utama Lapan memaparkan mengenai pemanfaatan data penginderaan jauh kepada pejabat BKPM.

Informasi dan data penginderaan jauh Lapan semakin dibutuhkan untuk pengembangan potensi wilayah di Indonesia. Untuk itulah, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berencana menggandeng Lapan untuk dijadikan mitra kerja sama. Kebutuhan ini disampaikan oleh Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal, Farah Ratnawati Indriani, pada pertemuan kerja sama yang di Ruang Rapat Manado, Kantor BKPM, Jakarta, Rabu (18/6).

Pada pertemuan tersebut, Farah mengungkapkan ketertarikan BKPM menjalin kerja sama dengan Lapan terkait dengan rencana pengembangan website Sistem Informasi Potensi Investasi Daerah, sebagai salah satu program yang sedang digaungkan saat ini. “Kami harap, data penginderaan jauh Lapan dapat dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan investasi daerah.”

Tim Lapan yang dipimpin oleh Sekretaris Utama Lapan, I.L. Arisdiyo, menyambut baik rencana kerja sama ini. Untuk membuka wawasan potensi kerja sama, ia memaparkan hasil-hasil litbang Lapan mulai dari teknologi roket, satelit, Lapan Surveilance UAV (LSU), hingga data satelit penginderaan jauh yang dioperasikan maupun diterima oleh stasiun bumi milik Lapan di Parepare dan Rumpin. “Sebagaimana fungsi kami dalam melayani pengguna, kami sangat terbuka untuk bekerja sama saling membangun, sesuai dengan kiprah Lapan di dunia litbang keantariksaan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Deputi Bidang Penginderaan Jauh Lapan, Orbita Roswintiarti mempresentasikan pemanfaatan, mekanisme, dan kegunaan data penginderaan jauh sejalan dengan pelaksanaan Inpres Nomor 6 Tahun 2012 dan UU Nomor 21 Tahun 2013. “Kami mempunyai bank data, yang menyediakan data mulai dari resolusi rendah, menengah, sampai dengan resolusi tinggi berlisensi pemerintah. Data tersebut dapat dimanfaatkan oleh instansi pemerintah di Indonesia sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Hingga kini, kementerian/lembaga yang sudah memanfaatkan data penginderaan jauh secara aktif, antara lain UKPPPP, Kementerian Kehutanan, Kementerian Pertanian, BIG, Kementerian Dalam Negeri, Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan, KPU, BPN, dan BPS, serta pemerintah daerah untuk mendukung perencanaan pembangunan.

Terkait dengan pelayanan data dan informasi, Kepala Pusat Pemanfaatan Teknologi Penginderaan Jauh Lapan, M. Muchlis menyampaikan mekanisme dan persyaratan cara pemanfaatan, pengolahan, dan kegunaan data penginderaan jauh selama ini. Pemanfaatan data penginderaan jauh misalnya untuk mendukung sektor kehutanan, perkebunan, pertanian, kelautan, perikanan, dan pertambangan, serta untuk monitoring gunung berapi, pengamatan vegetasi, dan pemetaan kawasan perkotaan.

Pertemuan ini menyepakati tindak lanjut kerja sama antara Lapan dengan BKPM untuk mendukung program-program yang sudah dicanangkan di kedua instansi. “kami masih menginventarisasi lebih rinci kebutuhan terkait pemanfaatan data dan informasi penginderaan jauh untuk berbagai pelayanan, sehingga dapat segera diimplementasikan, ” kata Farah menutup acara.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL