Kompetensi Utama

Layanan


Seminar Sains Atmosfer: Lapan Jadi Pusat Unggulan Atmosfer Ekuator
Penulis Berita : Humas/Sgd • Fotografer : Humas/Sgd • 24 Jun 2014 • Dibaca : 15574 x ,

Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lapan memaparkan mengenai contoh pemanfaatan teknologi antariksa dalam bidang penelitian atmosfer.

Lapan bercita-cita menjadi center of excellence untuk melaksanakan amanat Undang-undang Keantariksaan . Dalam lingkup sains atmosfer, Lapan ingin menjadi pusat unggulan atmosfer ekuator. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Lapan, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, saat membuka Seminar Sains Atmosfer di Auditorium Lapan, Bandung, Jawa Barat, Selasa (24/6).

Ia melanjutkan, untuk mencapai tujuan tersebut, Lapan perlu menjalin kerja sama dengan berbagai pihak termasuk luar negeri. Kerja sama tersebut untuk saling membangun, mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Lapan, dan menekankan pada output yang jelas. Kepala Lapan juga mengatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia sangat penting. Misalnya, ia berharap sumber daya manusia Lapan harus dapat menjadi yang paling kompeten di bidang atmosfer ekuator. Untuk itu, produk penelitiannya harus disebarluaskan melalui jurnal baik nasional maupun internasional.

Seminar ini dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Negara Riset dan Teknologi, Dr. I Wayan Budiastra. Ia menegaskan bahwa atmosfer adalah bagian penting bagi makhluk hidup. Atmosfer merupakan media yang sangat penting bagi kelangsungan makhluk hidup. Dengan demikian, penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk penguasaan serta kemajuan harus dimanfaatkan bagi kepentingan bangsa.

Dalam seminar tersebut juga disosialisasikan mengenai Undang-undang No. 21 Tentang Keantariksaan. Kepala Lapan periode 2011-2014, Bambang S. Tejasukmana, memaparkan bahwa undang-undang ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, daya saing, dan produktivitas bangsa. Dengan adanya undang-undang ini, Indonesia harus mengoptimalkan penyelenggaraan keantariksaan demi kemajuan bangsa.

Seminar Sains Atmosfer ini menghadirkan materi dari para pakar di bidang penelitan terkait atmosfer. Prof. Ahmad Bey dari IPB menjelaskan sistem klimatonomi yang terdiri dari sub model klimatonomi, gelombang pendek, sub model evapoklimatonomi serta submodel termoklimatonomi. Andria Sukowati dari Dinas Permukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat menjelaskan tentang Mobile Monitoring dan Ozone Analyzer, yang digunakan user data klomatologi untuk menentukan masa tanam setiap tahun dan prediksi pencemaran udara.

Sementara itu, Deputi Teknologi Dirgantara Lapan, Dr. Rika Andiarti, memaparkan mengenai peran roket sonda untuk observasi atmosfer. Ia juga menjelaskan mengenai salah satu media edukasi pengenalan roket sond yaitu Kompetisi Muatan Roket Indonesia (Komurindo). Selain Roket Sonda, ia menjelaskan penelitian atmosfer dapat memanfaatkan Unmanned Aerial System (UAS) yang memiliki fungsi sama dengan roket. Hanya saja, UAS berbentuk pesawat kecil yang mengitari atmosfer yang dituju. Seminar ini diikuti oleh peneliti dan mahasiswa.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
Seminar Sains Atmosfer: Lapan Jadi Pusat Unggulan Atmosfer Ekuator
24 Jun 2014
Lapan bercita-cita menjadi center of excellence untuk melaksanakan amanat Undang-undang Keantariksaan . Dalam lingkup sains atmosfer, Lapan ingin menjadi pusat unggulan atmosfer ekuator. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Lapan,…

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL