Kompetensi Utama

Layanan


Mahasiswa Belajar Aplikasi Teknologi Dirgantara dalam Bidang Geografi di Lapan
Penulis Berita : Humas/EN • Fotografer : Humas/Sgd • 27 Jun 2014 • Dibaca : 57210 x ,

Peneliti Lapan memaparkan mengenai LSU.

Kamis (26/6), Sebanyak 75 mahasiswa dan empat dosen Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Pendidikan Ganesha, Bali, mengunjungi kantor pusat Lapan, Rawamangun, Jakarta Timur. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan studi banding antara teori yang dipelajari di kampus dengan aplikasinya di lembaga penelitian.

Menurut Ketua Jurusan Pendidikan Geografi, Made Suryadi, kunjungan ini dalam rangka menindaklanjuti program kurikulum geografi dengan melaksanakan studi banding dan praktik kerja lapangan. Dengan demikian, mahasiswa dapat membandingkan antara teori yang diperoleh di perkuliahan dengan aplikasinya di Lapangan. Maka, mahasiswa dapat memahami konsep dan materi perkuliahan secara benar.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Lapan, Jasyanto, memaparkan mengenai sejarah Lapan dan hasil penelitian dan pengembangan yang dikerjakan Lapan. Jasyanto menjelaskan, terkait dengan ilmu geografi, Lapan melaksanakan penelitian di bidang penginderaan jauh yang digunakan untuk mitigasi bencana, pemetaan daerah, pemantauan lingkungan, dan pembuatan informasi Zona Potensi Penangkapan Ikan (ZPPI).

Bidang Teknologi Dirgantara, Lapan mengembangkan satelit mikro yaitu satelit yang berbobot dibawah 100 kg. Satelit yang diluncurkan di India pada tahun 2007 tersebut bernama Lapan A1. Lapan juga telah menyelesaikan satelit berikutnya yang bernama Lapan A2. Satelit ini akan diluncurkan pada 2015. Disamping itu, Lapan juga mengembangkan LSU atau Lapan Surveillance UAV (Unmanned Aerial Vehicle). LSU merupakan pesawat tanpa awak yang mampu membawa beban 10 kg sini digunakan untuk keperluan Airborne Remote Sensing. Pesawat ini dilengkapi sensor kamera yang dapat digunakan untuk memantau wilayah.

Data penginderaan jauh yang diterima Lapan memiliki beragam resolusi. Peneliti Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh Lapan, Andi Setyoko, menyampaikan bahwa Lapan menerima data satelit beresolusi rendah, menengah, dan tinggi. Resolusi data yang diterima Lapan mencapai 1,5 meter yang diperoleh dari satelit SPOT-5. Dengan stasiun bumi Lapan saat ini yang berada di Parepare, Bogor, dan Jakarta, Lapan dapat menyediakan data untuk seluruh Indonesia.

Data penginderaan jauh tersebut memiliki banyak manfaat. Andi mencontohkan bahwa data tersebut dapat memantau wilayah. “Dengan data penginderaan jauh, wilayah pemukiman, sawah, lahan kosong, dan hutan dapat dipetakan. Contoh lainnya yaitu untuk pemantauan fase tanam padi,” ujarnya.

Penginderaan jauh selain menggunakan satelit juga dapat memanfaatkan LSU. Peneliti Pusat Teknologi Penerbangan Lapan, Atik Bintoro, menyampaikan bahwa Lapan telah mengembangkan pesawat tanpa awak atau LSU. Pesawat tersebut terbang dengan sistem autonomous dengan dilengkapi perangkat kamera video. Pesawat ini digunakan untuk memotret wilayah misalnya untuk mitigasi bencana gunung api, banjir, pengendalian lingkungan, dan perencanaan tata kota.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL