Kompetensi Utama

Layanan


Hakteknas 2014: Ekonomi Berbasis Pengetahuan Perlu Inovasi Teknologi
Penulis Berita : Humas/Meg • Fotografer : Humas/Meg • 11 Aug 2014 • Dibaca : 40575 x ,

Wakil Presiden RI menyampaikan mengenai pentingnya inovasi teknologi dalam peringatan Hakteknas ke-19.

Saat ini Indonesia sedang mengalami transformasi dalam bidang ekonomi. Sebelumnya ekonomi Indonesia merupakan natural resource based economy atau berbasis sumber daya alam, dan saat ini berubah menjadi knowledge based economy (berbasis pengetahuan). Untuk itulah inovasi di bidang teknologi diperlukan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Presiden RI, Prof. Dr. Boediono, saat memberi sambutan pada peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-19 di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (11/8).

Transformasi tersebut tidak dapat diubah dalam jangka pendek. Boediono mengatakan, bahwa transformasi tersebut merupakan perjalanan jangka panjang yang tidak dapat dilakukan hanya dalam satu atau dua periode kabinet. Untuk mewujudkannya, Boediono mengajak masyarakat untuk bekerja keras dan cerdas.

Wakil Presiden menjelaskan, transformasi tersebut merupakan pula transformasi paradigma, yang awalnya brawn power (kekuatan otot) menjadi brain power (kekuatan otak). Paradigma yang andalan utama pembangunan berdasarkan sumber daya alam dan berfokus hanya untuk mengejar pertumbuhan, menjadi paradigma pembangunan yang bertumpu pada sumber daya manusia dan bertujuan untuk pertumbuhan produktivitas.

Untuk mencapai transformasi tersebut, Boediono menjelaskan mengenai pentingnya tiga tahap prosesnya dilihat dari sudut pandang ekonomi. Tahapan tersebut yaitu adanya pengetahuan ilmiah yang dihasilkan dari riset, teknologi potensial yang dapat diterapkan, dan yang paling penting yaitu inovasi. Ia berharap, semakin banyak riset yang dapat diaplikasikan sehingga memiliki peran ekonomi bagi kemajuan negara berkembang seperti Indonesia.

Boediono menambahkan, transformasi dari natural resource based economy menjadi knowledge based economy atau berdasarkan pembangunan sumber daya manusia memerlukan pendidikan. Pendidikan tersebut diperlukan untuk meningkatkan teknologi dan mewujudkan masyarakat modern. Ia juga mengatakan, untuk mewujudkan transformasi tersebut diperlukan sinergi dan koordinasi semua pihak.

Hakteknas 2014 bertema Inovasi Pangan, Energi, dan Air untuk Daya Saing Bangsa. Pada peringatan Hakteknas tersebut, Menteri Negara Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta, menyampaikan berbagai keberhasilan teknologi nasional, salah satunya di bidang teknologi keantariksaan.

Ia mengatakan bahwa Lapan yang tergabung dalam konsorsium roket telah mengembangkan berbagai jenis roket. Lapan juga telah menyelesaikan satelit Lapan-A2 yang siap diluncurkan. Di bidang penerbangan, Lapan dan PT Dirgantara Indonesia sedang mengembangkan N219. Pesawat berpenumpang 19 orang ini akan melayani kebutuhan transportasi untuk di wilayah yang fasilitas bandaranya minim. Pesawat ini akan selesai dirakit pada April 2015. Selain itu, saat ini juga sedang dikembangkan pesawat turboprop regional bernama R80 yang akan dapat mengangkut 80 hingga 90 penumpang.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL