Kompetensi Utama

Layanan


KOMURINDO SEMAKIN DIMINATI MAHASISWA
Penulis Berita : Humas/Zak • Fotografer : Humas/YS • 17 Aug 2014 • Dibaca : 41337 x ,

Pada tahun 2014 ini untuk kali pertama, penyelenggaraan Kompetisi Muatan Roket Indonesia (KOMURINDO) dibarengi dengan penyelenggaraan Kompetisi Muatan Balon Atmosfer (KOMBAT). Kedua event tersebut diprakarsai oleh LAPAN bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (DIKTI), Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sebagai Tuan Rumah.

Pelaksaan KOMURINDO dan KOMBAT 2014 di laksanakan di dua tempat, untuk uji fungsi alat yang di kompetisikan di laksanakan di lapangan bola UMY pada tanggal 13 dan 14 Agustus 2014, sedangkan uji peluncuran di laksaksakan di Pantai Bocor, Kebumen, Jawa Tengah (Lapangan Tembak Dislitbang TNI AD) pada 15 Agustus 2014.

Setiap tahun jumlah peserta KOMURINDO terus meningkat, Slamet Riyadi Ph.D, Ketua Panitia, menjelaskan bahwa peningkatan jumlah peserta KOMURINDO tahun ini cukup signifikan, terdaftar sejumlah 76 Tim dari 37 Perguruan Tinggi yang terdiri dari 3 peserta dan 1 dosen pembimbing, sedangkan untuk KOMBAT terdapat 16 Tim. Total jumlah peserta 360 orang.

Hasil uji fungsi yang lulus kualifiksai untuk KOMURINDO sebanyak 18 peserta, sedangkan untuk KOMBAT 15 peserta. Untuk KOMURINDO terdapat dua kategori yang dilombakan, pertama kategori EDF (Electric Ducted Fan), perserta harus mampu membuat muatan roket dan meluncurkannya. Dalam kategori ini roket yang di pelombakan akan dinilai kemampuan terbang paling tinggi dalam 10 detik. Kategori kedua adalah Muatan Roket (payload), disini peserta harus mampu membuat muatan roket yang memiliki beberapa fungsi yaitu memotret, mengambil data ketinggian, angin, temperatur, dan lokasi menggunakan GPS.

Sementara KOMBAT melombakan satu kategori yakni balon atmosfer, setiap peserta tim akan memasang muatan dibalon. Balon tersebut akan terbang setinggi 10 KM di udara. Dalam kondisi itu, para mahasiswa harus mampu mengirimkan berbagai macam data pada stasiun yang ada di darat, seperti uji transmisi data, uji grafik, uji interferensi.

Dalam kegiatan konferensi pers, Rektor UMY Prof. Dr. Bambang Cipto MA, D, menjelasakan, bahwa Perlombaan KOMURINDO dan KOMBAT telah banyak memberi dampak positif bagi penambahan wawasan pengetahuan dan teknologi tentang keantariksaan para mahasiswa. Di samping itu, dampak yang timbul meningkatnya jumlah intelektual dan SDM dibidang teknologi antariksa, dibandikan di era tahun 90 an dan meningkatkan aspek ekonomi terutama semakin luasnya market dibidang elektronik untuk kebutuhan bahan perlombaan. Rektor UMY menambahkan, diharapkan generasi muda semakin terpicu untuk menekuni bidang antariksa. Sehinga Indonesia tidak tertinggal dari negara lain yang sudah memiki teknologi antariksa. Deputi Bidang Teknologi Dirgantara, Lapan, Dr. Rika Andiarti mengatakan untuk KOMURINDO, kedepannya memungkinkan untuk dilaksanakan di atas kapal untuk menambah minat generasi muda dalam bidang teknologi keantariksaan. Kepala Pusat Sains Teknologi Atmosfer Lapan, Halimurrahman, MT., mengatakan bahwa KOMBAT saat ini adalah yang pertama kalinya diperlombakan, ini merupakan kesempatan baik bagi para mahasiswa untuk belajar lebih jauh mengenai bidang sains dan teknologi atmosfer.

Pembukaan perlombaan KOMURINDO dan KOMBAT secara resmi dilakuakan oleh Wakil Bupati Kebumen Djuarni, Amd.Pd beliau berharap dari perlombaan ini kedepannya Indonesia semakin terkenal dan mampu meluncurkan satelit melalui Lapan.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL