Kompetensi Utama

Layanan


Lapan Uji Roket Rhan, Pesawat EDF, dan Balon Atmosfer
14 Mar 2014 • Dibaca : 11994 x ,

Kamis (06/03), di Landasan Udara TNI AU, Cikelet, Garut, Jawa Barat, dilaksanakan uji terbang roket hasil sinergitas Tim Konsorsium Roket Pertahanan. Roket ini merupakan merupakan kontribusi berbagai instansi yaitu Lapan, Kementerian Negara Riset dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Pertahanan, Kementerian Perindustrian, Kepolisian Republik Indonesia, BPPT, LIPI, Batan, TNI AD, TNI AL, TNI AU, UI, UGM, ITB, ITS, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, PT Krakatau Steel, PT Dahana, dan PT PAL.

Uji Roket ini bertujuan untuk meningkatkan penelitian, pengembangan, dan perekayasa ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam uji terbang ini, diluncurkan tiga jenis roket yaitu tiga buah RX 2020, tiga buah Rhan 122b, dan dua buah Rhan 122. RX 2020 dan Rhan 122b yang membawa muatan radar dan GPS, berhasil meluncur dengan jarak jangkau lebih dari 30 kilometer. Sementara itu, Rhan 122 diluncurkan untuk menguji launcher (alat peluncur). 

Dalam rangkaian kegiatan ini pula, Lapan juga melaksanakan uji terbang pesawat EDF dan Turbo Jet di Landasan Pesawat, Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat, Rabu (5/3). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pengujian LSU atau pesawat tanpa awak dan rangkaian pengembangan bidang peroketan. Electric Ducted Fan atau EDF dapat menempuh kecepatan terbang minimal 200 kilometer per jam. 

Selain menerbangkan EDF, Lapan juga mengujiterbangkan RKX 200 TJ. Uji terbang tersebut merupakan bagian pengembangan lanjutan dari pesawat EDF. Untuk pesawat RKX 200 TJ ini, tahun ini Lapan kembangkan EDF dengan mesin jenis turbo jet yang direncanakan dapat terbang dengan kecepatan 250 km/jam.

Di hari yang sama dengan uji EDF, Lapan juga meluncurkan Muatan Balon Atmosfer di Balai Produksi dan Pengujian Roket Lapan, Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat, Rabu (5/3). Ini merupakan persiapan Kompetisi Muatan Balon Atmosfer (Kombat) yang akan berlangsung pada 14 hingga 16 Juni 2014 di Yogyakarta, yang bersamaan dengan agenda Kompetisi Muatan Roket Indonesia (Komurindo).

Balon bervolume 2000 gram, bermuatan dua unit atmosfer, dan berisi gas hidrogen itu, diluncurkan dengan membawa sensor untuk mengirimkan data ke groundstation (komputer penerima). Sensor yang ditugaskan untuk mengukur variabel atmosfer, yaitu untuk melakukan observasi suhu, tekanan, dan kelembaban udara, dapat bekerja dengan baik. 

Pada lokasi yang sama, PSTA juga melakukan pengamatan transportable radar untuk mengobservasi radar atmosfer di lingkungan setempat. Sinyal dari antena yang dipancarkan diharapkan dapat menangkap kondisi awan dalam jarak radius 100 km.


Jakarta, 14 Maret 2014

Narahubung:
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, Ir. Jasyanto, MM. (Hp. 081286287632)








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL