Kompetensi Utama

Layanan


Lapan Ikuti Pameran Sains dan Teknologi ASEAN
Penulis Berita : Humas/Meg • Fotografer : Humas/Meg • 25 Aug 2014 • Dibaca : 64594 x ,

Kepala Biro Kerjasama dan Humas Lapan menunjukkan satelit pertama buatan Lapan kepada Menegristek dan delegasi ASEAN.

Lapan mengikuti pameran The Ninth ASEAN Science and Technology Week (ASTW ke-9). Pameran berlangsung pada 22 hingga 25 Agustus 2014 di Botani Square, Bogor, Jawa Barat. Pameran ini diikuti oleh lembaga litbang Indonesia, negara anggota ASEAN, Jepang, dan Tiongkok.

Dalam pameran ini, Lapan menampilkan berbagai produk penelitian dan pengembangan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan dan antariksa. Di bidang teknologi penerbangan, Lapan memamerkan pesawat N219 dan LSU 02 atau pesawat tanpa awak. Di bidang teknologi antariksa, Lapan juga memamerkan satelit buatannya, Lapan A1 dan Lapan A2.

Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menegristek), Prof. Dr. Gusti M. Hatta, saat mengunjungi gerai pameran Lapan bersama para delegasi ASEAN, Jumat (22/8), mengatakan bahwa Indonesia melalui Lapan telah menyelesaikan pembangunan satelit kedua yang bernama Lapan-A2. “Saat ini, satelit tersebut menunggu untuk diluncurkan menggunakan roket India,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Lapan terlibat dalam pembuatan pesawat N219. Pesawat berpenumpang 19 orang ini nantinya akan dapat memenuhi kebutuhan transportasi di daerah terpencil.

Saat kunjungan Menegristek ke gerai Lapan tersebut, Kepala Biro Kerjasama dan Humas Lapan, Agus Hidayat mengatakan bahwa Lapan sudah mengembangkan UAV atau pesawat tanpa awak, satelit mikro, dan mengembangkan pemanfaatan penginderaan jauh. Agus mengatakan, salah satu keberhasilan Lapan yaitu mengembangkan dua satelit mikro. Satelit yang pertama sudah diluncurkan pada 2007 dan satelit selanjutnya sedang menunggu untuk diluncurkan.

Selain teknologi antariksa, Lapan juga menampilkan keberhasilan litbang di bidang sains antariksa dan atmosfer serta penginderaan jauh.

Di bidang sains antariksa dan atmosfer, Lapan menampilkan Satellite Disaster Early Warning System (Sadewa). Sadewa merupakan sistem informasi peringatan dini bencana berbasis teknologi satelit yang dilengkapi sensor-sensor terestrial. Sistem ini berfungsi untuk pengelolaan resiko bencana. Sadewa memberikan informasi peringatan dini mendekati real time. Informasi tersebut meliputi potensi hujan ekstrem, banjir, dan longsor. Sistem ini dapat memantau seluruh wilayah Indonesia dengan resolusi spasial hingga 5 kilometer.

Di bidang aplikasi tekniologi antariksa, Lapan juga menampilkan berbagai manfaat data penginderaan jauh dalam berbagai bidang. Lapan selama ini telah memanfaatkan penginderaan jauh antara lain untuk mitigasi bencana, pemantauan lahan pertanian, pemantauan wilayah hutan, serta perencanaan tata ruang kota. Di masa depan, pemanfaatan penginderaan jauh akan semakin luas.

ASTW merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan ASEAN dalam rangka menampilkan prestasi dan potensi ilmu pengetahuan dan teknologi yang dihasilkan di negara-negara anggota ASEAN. Kegiatan ini juga merupakan promosi prroduk-produk hasil penelitian negara-negara ASEAN.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL