Kompetensi Utama

Layanan


Litbang Lapan Bangkitkan Industri Penerbangan Nasional
08 Sep 2014 • Dibaca : 15244 x ,

Lapan melalui Pusat Teknologi Penerbangan siap membangkitkan kembali Industri penerbangan nasional. Untuk itu Lapan telah mengalokasikan anggaran dan melibatkan engineer di bidang aerodinamika, struktur, propulsi, navigasi, dan avionik pesawat, Lapan mengembangkan N219, pesawat perintis berpenumpang 19 orang yang mampu mendarat di landasan pendek di ketinggian ekstrem.
Nantinya setelah Lapan bersama PT DI menyelesaikan seluruh proses pengembangan prototipe N219, pesawat ini akan diproduksi massal. Produksi massal pesawat ini akan diserahkan kepada Badan Usaha Milik Negara yang terkait dengan penerbangan, yaitu PT Dirgantara Indonesia (DI). Dengan demikian, pesawat ini diharapkan akan dapat membangkitkan kembali industri penerbangan nasional.
Saat ini, N219 telah mencapai tahap produksi komponen. Untuk memulai tahapan ini, Lapan dan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) akan menyelenggarakan First Cutting Detail Part Manufacturing N219. Kegiatan Ini merupakan pemotongan pertama Detail Part Manufacturing (DPM) atau dimulainya pembuatan komponen airframe N219. Proses ini merupakan satu tahapan penting dalam pembuatan pesawat. Acara akan berlangsung pada Selasa, 9 September 2014, di Ruang Rapat Gedung Pusat Manajemen PT Dirgantara Indonesia, Jl. Pajajaran No. 154, Bandung, Jawa Barat.
Program N219 dimulai sejak 2006 dengan melakukan kajian pasar dan kelayakannya. Kemudian pada 2008 hingga 2012, dilanjutkan dengan membuat desain konsep dan melakukan uji wind tunnel (terowongan angin). Saat ini N219 berada pada fase detail design dan tooling design yang akan selesai pada Oktober 2014. Diharapkan, Lapan akan menyelesaikan pembangunan pesawat ini sepenuhnya dan menunjukkannya kepada publik pada 10 Agustus 2015. Sementara itu, pesawat ini direncanakan terbang untuk pertama kali pada Desember 2015. Kemudian, pesawat akan memasuki proses sertifikasi yang akan selesai pada Oktober 2016. 
Selain untuk membangkitkan industri penerbangan nasional, N219 dibangun juga sebagai pengembangan pesawat perintis di Indonesia timur dan pulau-pulau kecil. Pengembangan pesawat ini optimis dapat meningkatkan industri penerbangan dalam negeri. Hal ini disebabkan, potensi pasar bagi N219 sangat besar karena tingginya kebutuhan pesawat dalam negeri. Selain itu, pertumbuhan penumpang transportasi udara Indonesia terus meningkat setiap tahun. Bukti tingginya kebutuhan transportasi udara di dalam negeri terlihat dari banyaknya pihak yang memesan pesawat ini. Bahkan, saat ini sudah ada pesanan sebanyak 150 pesawat dari berbagai maskapai penerbangan dan industri.
Pengembangan pesawat ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia yang andal di bidang penelitian dan pengembangan teknologi penerbangan. Keberhasilan pengembangan pesawat ini juga akan menambah kepercayaan diri bangsa untuk memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak hanya di bidang penerbangan, melainkan juga di bidang keantariksaan.

Jakarta, 8 September 2014

Narahubung:
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, Ir. Jasyanto, MM. (Hp. 081286287632)
Manager Hukum dan Humas PT Dirgantara Indonesia, Irland Budiman (Hp. 08112038230)








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL