Kompetensi Utama

Layanan


Paparkan Hasil Litbang, Lapan Rintis Kerja Sama dengan Lembaga Sandi Negara
Penulis Berita : Humas/Meg • Fotografer : Humas/Meg • 03 Oct 2014 • Dibaca : 188665 x ,

Para pejabat struktural Lapan dan Lemsaneg membahas mengenai kerja sama kedua instansi.

Sejak adanya Undang-undang No. 21 Tahun 2013 Tentang Keantariksaan, kegiatan litbang ilmu pengetahuan dan teknologi keantariksaan di Lapan semakin kuat. Guna mendukung kegiatannya, Lapan juga perlu bekerja sama dengan berbagai pihak. Untuk itu, Lapan merintis kerja sama dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg). Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Utama Lapan, IL Arisdiyo, saat membahas kerja sama kedua instansi di Kantor Lemsaneg, Jakarta, Jumat (3/10).

Pembahasan tersebut dihadiri oleh Kepala Lemsaneg, Dr. Djoko Setiadi, Sekretaris Utama Lemsaneg, Syahrul Mubarak, Kepala Biro Kerjasama dan Humas Lapan, Agus Hidayat, dan pejabat di lingkungan kedua instansi.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Biro Kerjasama dan Humas Lapan memaparkan mengenai capaian dan rencana pengembangan litbang keantariksaan Lapan. Ia mengatakan bahwa Lapan memiliki visi untuk mewujudkan kemandirian bangsa di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan dan antariksa. Tujuannya, untuk meningkatkan kualitas kehidupan bangsa.

Kemandirian tersebut diupayakan dari beberapa bidang pengembangan yaitu penginderaan jauh, sains atmosfer dan antariksa, serta teknologi kedirgantaraan.

Di bidang penginderaan jauh, Lapan mampu menerima data satelit penginderaan jauh untuk seluruh wilayah Indonesia. “Lapan memiliki empat stasiun bumi di Parepare, Rumpin, Jakarta, dan Biak. Dengan demikian, seluruh wilayah Indonesia dapat tercakup,” ujar Agus.

Ia melanjutkan, data tersebut disimpan oleh Lapan dan diolah sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Selama ini, data-data itu digunakan antara lain dalam bidang pengelolaan sumber daya alam, mitigasi bencana, perencanaan tata ruang, informasi posisi ikan di laut, deteksi kebakaran hutan, pemetaan hutan dan lahan, serta penghitungan pajak.

Data penginderaan jauh yang diperoleh Lapan berasal dari berbagai satelit dan memiliki beragam resolusi mulai dari rendah, menengah, hingga tinggi. Untuk data dari satelit SPOT-6 yang beresolusi tinggi mencapai 1,5 meter, Agus menjelaskan bahwa saat ini Lapan telah memiliki lisensi pemerintahnya. Dengan demikian, seluruh instansi pemerintah dapat memperoleh data tersebut di Lapan.
Di bidang penelitian sains atmosfer dan antariksa, Lapan melaksanakan mitigasi bencana antariksa akibat cuaca antariksa serta jatuhnya meteor atau sampah antariksa. Lapan juga menyediakan informasi dinamika cuaca antariksa yang berkaitan dengan telekomunikasi dan navigasi serta medan magnet dari antariksa. Selain itu, Lapan juga menyediakan hasil penelitian mengenai perubahan iklim, informasi lapisan ozon, serta konsentrasi gas rumah kaca dan polusi udara.

Pengembangan teknologi kedirgantaraan juga menjadi fokus dalam kegiatan Lapan. Bidang yang dikembangkan yaitu teknologi roket, satelit, dan penerbangan. Di bidang teknologi roket, Lapan berupaya untuk mewujudkan Roket Pengorbit Satelit (RPS). Dengan demikian, nantinya, satelit Indonesia dapat diluncurkan di dalam negeri dengan roket buatan sendiri.

Di bidang satelit, Lapan berupaya untuk membangun kemampuan industri nasional dalam produksi satelit di dalam negeri baik satelit komunikasi, penyiaran, maupun satelit pengamatan bumi.

Kemampuan Indonesia untuk menguasai teknologi satelit cukup baik. Agus mengatakan bahwa Lapan telah membuat satelit eksperimen Lapan-Tubsat yang diluncurkan pada 2007. Hingga kini satelit tersebut masih beroperasi dengan baik padahal biasanya usia satelit rata-rata hanya mencapai lima tahun. Ia menambahkan, Lapan juga telah menyelesaikan satelit kedua yang bernama Lapan A2. Satelit tersebut sedang menunggu untuk diluncurkan ke luar angkasa.

Walaupun saat ini satelit yang dikembangkan masih berupa eksperimen dengan berat di bawah 100 kilogram, namun Lapan optimis, di masa depan, Indonesia akan mampu membangun satelit operasional dengan berat lebih dari dua ton, seperti satelit komunikasi dan satelit penginderaan jauh.

Di bidang penerbangan, Lapan memiliki tiga fokus pengembangan yaitu Lapan Surveilance UAV (LSU), Lapan Surveillance Aircraft (LSA), dan pesawat transportasi nasional.

LSU 02 telah mencapai hasil yang baik. Pesawat tanpa awak ini mampu terbang secara autonomus dengan jarak 200 kilometer. Satelit ini juga telah diujiterbangkan untuk pemantauan Gunung Merapi, banjir di DKI, pertanian, serta pengawasan perbatasan.
Fungsi pemantauan ini juga terdapat di pesawat LSA. Hanya saja, jika LSU merupakan pesawat tanpa awak, maka LSA merupakan pesawat berawak dengan dua penumpang. Pesawat ini digunakan untuk berbagai pemantauan, misalnya luas lahan padi. Sementara itu, untuk pesawat transportasi, Lapan sedang mengembangkan pesawat N219 bekerja sama dengan PT DI. Pesawat berpenumpang 19 orang tersebut ditujukan untuk transportasi di wilayah terpencil nusantara.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL