Kompetensi Utama

Layanan


ITK dan Lapan Kembangkan Drone untuk Pantau Illegal Logging
Penulis : Mochammad Lutfi • Media : Tribun Kaltim.co • 05 Feb 2015 • Dibaca : 20395 x ,

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Ada yang menarik di acara ITK Inovation 2015 yang diselenggarakan di Gedung Kesenian Balikpapan, Selasa (3/2/2015).

Mata pengunjung tertuju pada sebuah pesawat tanpa awak (drone), hasil karya mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dibantu beberapa dosen dan tenaga ahli dari Lapan.

Pesawat berbobot sekitar satu kilogram tersebut mampu terbang selama satu jam dengan ketinggian 50 sampai 100 meter. Menurut Wakil Rektor ITK Dr Subchan, dalam pameran inovasi ditampilkan karya-karya mahasiswa ITK. Dan karya yang paling diunggulkan adalah drone atau pesawat tanpa awak.

"Pesawat ini tidak mampu terbang terlalu tinggi karena bobot pesawat terlampau ringan. Kecepatan hanya sekitar 10-20 km/jam. Bisa lebih cepat tegantung kebutuhan," kata Subchan saat ditemui disela-sela ITK Inovation 2015.

Saat ini pesawat tanpa awak menggunakan tenaga listrik yang dihasilkan 8 baterai AA. Ke depannya pesawat tersebut akan menggunakan panel surya atau solar cell agar bisa terbang lebih lama.

Subchan mengatakan, drone merupakan proyek pembuatan roket. "Roket tersebut nantinya akan menjadi cikalbakal roket kendali nasional," ujarnya.
Tujuan pembuatan pesawat di antaranya untuk pertahanan nasional, pemetaan wilayah, survei dan pemantauan illegal logging. Subchan mengaku tidak bekerja sendiri dalam penggarapan proyek pengembangan pesawat tanpa awak tersebut.

Nantinya ITK akan berkerja sama dengan ITS (Intitut Teknologi 10 November) Surabaya, Lapan (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional), PT Pindat dan beberapa intansi terkait lainnya.

Menurut pria yang lahir dan besar di Jombang, Jawa Timur ini, pesawat tanpa awak nanti akan dilengkapi peralatan Saturn (Sensing and Autonomous Tactical Urban Reconnaissance Network). Yakni semacam robot yang berfungsi mendeteksi ancaman musuh.

Bukan sembarang robot. Ini adalah robot terpadu yang memiliki tiga komponen, baik di darat maupun udara, yang bisa mengidentifikasi kekuatan dan posisi musuh di medan pertempuran.

“Sistem yang digunakan untuk mengendalikan pesawat tanpa awak ini disebut sistem ground control, “ kata Subchan, pria yang pernah memenangkan lomba bergengsi untuk mencari teknologi terapan di dunia militer.

Dengan adanya ground control pesawat dapan melakukan pengintaian kekuatan dan posisi musuh tanpa harus melibatkan pilot secara langsung sehingga meningkatkan keamanan prajurit di medan perang.

Selain pesawat tanpa awak, institut teknologi pertama di Kalimantan ini akan fokus membuat kapal selam tanpa awak. Pembuatan kapal selam tanpa awak ini bertujuan untuk ekplorasi laut nusantara dan sebagai pengawasan laut dari pencurian oleh negara tetangga.

"Luas wilayah kita ini dua per tiganya lautan, jadi memiliki kapal selam tanpa awak merupakan suatu keharusan," katanya. Namun, semuanya tidak akan terwujud jika tidak ada sinergi dari berbagai jurusan dan sinergi antar industri.

Sumber :
http://kaltim.tribunnews.com/2015/02/05/itk-dan-lapan-kembangkan-drone-untuk-pantau-illegal-logging?page=1








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL