Kompetensi Utama

Layanan


Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI, Menristek Dikti: Lapan Urutan Teratas Realisasi Anggaran 2014
Penulis Berita : Humas/SA • Fotografer : Humas/SA • 11 Feb 2015 • Dibaca : 58492 x ,

Kepala Lapan dan para pimpinan LPNK saat rapat kerja dengan komisi VII DPR RI.

Pada 2014, realisasi anggaran Lapan mencapai 93,65%. Hal ini mencakup semua capaian Lapan pada empat kompetensi utamanya yaitu bidang sains antariksa dan atmosfer, penginderaan jauh, teknologi penerbangan dan antariksa serta kajian kebijakan kedirgantaraan. Di antara Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) yang dikoordinasikan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), maka Lapan menempati urutan teratas dari sisi realisasi anggaran.

Hal tersebut disampaikan oleh Menristek Dikti Muhammad Nasir dalam Rapat Kerja Kemenristek Dikti serta LPNK Ristek dengan Komisi VII DPR RI pada Rabu (11/2) di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta. Rapat tersebut membahas evaluasi kinerja tahun 2014 dan persiapan pelaksanaan program kerja tahun 2015, serta membahas APBN-P tahun anggaran 2015 pada Kemenristek Dikti dan LPNK Ristek. Rapat kerja dihadiri oleh seluruh Kepala LNPK Ristek yaitu Lapan, Batan, Bapeten, BIG, BPPT dan LIPI, serta perwakilan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
 
Capaian dan Rencana Lapan

Pada program teknologi penerbangan, capaian Lapan pada 2014 yaitu desain dan komponen 4 prototipe pesawat transport nasional N219. Selain itu, pengembangan jenis pesawat tanpa awak untuk keperluan penginderaan jauh yang bernama Lapan Surveillance UAV (LSU) 01 hingga 05, dan pengembangan jenis pesawat pemantauan berupa Lapan Surveillance Aircraft (LSA). Rencana 2015, Lapan fokus pada sistem pemantauan maritim berbasis LSU, pengembangan pesawat LSA tanpa awak, serta roll out, dan terbang perdana pesawat N219.

Kemudian untuk program teknologi roket, pada 2014 Lapan berhasil mengembangkan prototipe roket RX-320, RX-450, RX-550, Rhan 1220, dan Rhan 2020. Tahun ini, Lapan berencana untuk uji terbang RX-450, uji statik dan uji terbang RX-550, serta pemanfaatan RX-200 dan RX-320. Sementara itu, pada pengembangan teknologi satelit, tahun lalu Lapan berhasil merakit, mengintegrasi dan menguji (AIT) satelit Lapan-A3 dan membangun sistem stasiun bumi untuk akusisi satelit Lapan-A3 dan Lapan-A4. Pada 2015, satelit Lapan-A2 akan meluncur dan Lapan-A3 direncanakan selesai diintegrasi dan diluncurkan.

Dari aspek Bank Data Penginderaan Jauh Nasional (BDPJN) Lapan berhasil menyusun dokumen teknis sistem akuisisi data optis dan radar, pengembangan dan rekomendasi upgrading sistem stasiun bumi, serta prototipe sistem sensor dan stasiun bumi penginderaan jauh. Rencana 2015, BDPJN akan mengumpulkan data citra satelit resolusi tinggi untuk tata ruang, inventarisasi sumber daya alam, mitigasi bencana, dan penghitungan potensi pajak.

Untuk kompetensi sains antariksa dan atmosfer, salah satu capaian Lapan ialah mampu identifikasi perubahan iklim 16 kota di Indonesia. Tahun ini, akan dilakukan pengembangan decision support system (DSS) untuk mitigasi cuaca antariksa, mitigasi dinamika atmosfer, dan perubahan iklim.

Sementara untuk melengkapi Undang Undang Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan, Lapan telah menyusun Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Penginderaan Jauh. Selain itu, ada dua Rancangan Peraturan Presiden (Rperpres) yang telah disusun Lapan yaitu tentang tugas, fungsi, kewenangan dan susunan organisasi Lapan, serta tentang Rencana Induk Penyelenggaran Keantariksaan. Lapan berharap semua rancangan peraturan tersebut bisa disahkan pada 2015.

APBN Perubahan

Dalam rapat kerja tersebut, anggota komisi VII menyatakan keberpihakan terhadap perkembangan iptek dan pendidikan tinggi agar Indonesia menjadi negara maju dan modern. Mereka sepakat bahwa terdapat empat aspek yang menopang kemajuan suatu bangsa yaitu lembaga pendidikan tinggi, institusi litbang, peran pemerintah dan peran sektor swasta. Menyatukan aspek riset dan teknologi dengan aspek pendidikan tinggi adalah kemajuan positif. Selain itu, mereka berharap keterlibatan sektor swasta dan peran pemerintah dapat menjadi katalisator kemajuan bangsa dan negara.

Menutup rapat kerja tersebut, pimpinan rapat, Satya Widya Yudha, menyatakan perlunya peningkatan kemampuan inovasi dan teknologi yang berdaya guna secara sosial dan berdaya saing kompetitif di pasar.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL